Studi: Kontrol Orangtua Terlalu Ketat Picu Kecemasan Sosial Pada Remaja
Masa remaja dikenal sebagai proses untuk mencari jati diri, yang terkadang harus menghadapi rasa cemas karena berbagai perubahan yang dialaminya. Kecemasan sosial, rasa takut berlebih saat berada di tengah orang lain, bisa mengganggu kepercayaan diri mereka.
Namun, studi terbaru dari Universitas Georgia menunjukkan bahwa cara orangtua mengasuh anak berperan penting untuk mengurangi kecemasan tersebut, melansir Parents, Rabu (24/9/2025).
Cara pengasuhan yang tepat disebut mampu menjadi pelindung bagi anak remaja.
Kehangatan orangtua jadi kunci
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Adolescent Research Review itu menyoroti bahwa pola asuh yang hangat dan penuh kasih dapat membuat remaja merasa lebih aman dan percaya diri dalam situasi sosial.
Sejalan dengan hasil penelitian tersebut, dikatakan bahwa kasih sayang dan dukungan dari kedua orangtua dapat mengurangi gejala kecemasan.
Dalam lingkungan rumah yang penuh cinta, anak lebih mudah mengembangkan harga diri dan keterampilan sosial. Mereka juga lebih siap menghadapi tantangan pergaulan ketika di luar rumah.
Dampak buruk pola asuh yang terlalu ketat
Sebaliknya, orangtua yang terlalu mengontrol justru bisa memperburuk kondisi.
Penelitian menemukan bahwa aturan yang berlebihan, sikap protektif, atau ekspetasi yang tidak realistis dapat memicu kecemasan sosial pada remaja.
Ketika anak merasa diawasi atau dipermalukan, rasa ragu dan tidak aman semakin besar.
Penolakan dan sikap dingin dari orangtua juga dikaitkan dengan tingkat kecemasan yang lebih tinggi.
Anak-anak yang tidak merasa diterima di rumah cenderung kesulitan menyesuaikan diri dalam lingkungan sosial, bahkan bisa menarik diri dari pergaulan.
Peran ibu lebih menonjol
Studi baru menunjukkan bahwa aturan terlalu ketat justru picu kecemasan sosial pada remaja. Simak selengkapnya.
Menariknya, studi ini mengungkap bahwa pengaruh ibu cenderung lebih besar dibanding ayah, terutama dalam hal kontrol yang berlebihan.
Tindakan ibu yang terlalu memaksa, meski dengan niat positif dan melindungi, justru berdampak lebih negatif pada anak.
Para peneliti menduga hal ini mungkin karena ibu biasanya menghabiskan waktu lebih banyak bersama anak, sehingga pengaruhnya lebih terasa.
Meski begitu, baik ibu maupun ayah tetap memiliki peran penting. Kehangatan dari kedua orangtua dapat menjadi faktor pelindung yang sama kuatnya dalam menekan gejala kecemasan sosial.
Pentingnya keseimbangan
Adapun, penelitian ini menekankan bahwa kunci utama ada pada keseimbangan. Orangtua tetap perlu menetapkan aturan dan batasan, tetapi tidak sampai mengekang.
Memberi ruang bagi anak untuk belajar dan mengambil keputusan sendiri akan menumbuhkan rasa percaya diri.
Sebaliknya, kontrol yang terlalu ketat hanya akan menghambat perkembangan emosional dan sosial mereka.
Ketika anak diberi kebebasan yang sehat, artinya masih dalam batasan aman, mereka belajar mengatasi masalah, membangun keterampilan koping, dan menghadapi kehidupan dengan lebih tenang.
Apa yang bisa dilakukan orangtua
Di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, orangtua sering merasa sulit melindungi anak dari segala hal.
Menciptakan suasana rumah yang hangat dan suportif adalah langkah sederhana yang bisa dilakukan. Kehangatan, komunikasi terbuka, dan dukungan emosional adalah fondasi penting.
Studi dari Universitas Georgia ini menjadi pengingat bahwa cara kita mendampingi anak, baik sebagai ibu maupun ayah, memiliki dampak jangka panjang pada kesejahteraan mereka.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.