Ramaikan MotoGP 2025, Museum NTB Gelar Pameran Sejarah dan Budaya Lokal

Sirkuit Mandalika, Museum NTB, motogp 2025, Ramaikan MotoGP 2025, Museum NTB Gelar Pameran Sejarah dan Budaya Lokal

Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar pameran peradaban bertajuk budaya, sejarah, dan pariwisata untuk meramaikan ajang balapan MotoGP 2025 di Sirkuit Mandalika dengan menghadirkan 

Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam mengatakan pameran itu menjadi momentum strategis untuk mengenalkan kekayaan budaya NTB kepada dunia.

Ia menambahkan, MotoGP bukan hanya soal wisata olahraga melainkan juga etalase identitas lokal.

"Kami ingin menghadirkan koleksi budaya dengan narasi sejarah yang memperkuat karakter NTB sebagai destinasi wisata internasional," ujar Nuralam seperti dilansir dari Antara, Selasa (23/9/2025).

Museum NTB menampilkan sejumlah koleksi dan informasi penting seputar sejarah dan budaya lokal, di antaranya maket Samalas-Rinjani dan Tambora yang tercatat sebagai letusan gunung berapi terbesar dalam sejarah dunia.

Nuralam menuturkan letusan Gunung Samalas dan Gunung Tambora bukan hanya meninggalkan catatan geologis, tetapi juga mengubah jalan peradaban manusia melalui dampak iklim global dan kisah-kisah budaya yang lahir setelahnya.

"Ini menunjukkan bahwa kita mempunyai koneksi dengan dunia internasional. Koneksi itu harus kita gali untuk menunjukkan spirit NTB mendunia sesuai dengan visi Pemerintah NTB," ucapnya.

Lebih lanjut Nuralam menyampaikan kehadiran Museum NTB di Sirkuit Mandalika saat ajang MotoGP 2025 menjadi bagian dari upaya diplomasi budaya agar para penonton dari berbagai negara dapat mengenal lebih dekat nilai, sejarah, dan kekayaan sejarah serta budaya lokal di Nusa Tenggara Barat.

"Kami ingin para penonton MotoGP tidak hanya membawa pulang kenangan balapan, tetapi juga cerita budaya dan identitas masyarakat NTB," pungkasnya.

Pada 2025, Indonesia mendapat peran menjadi penyelenggara seri ke-18 balapan MotoGP. Ajang itu berlangsung di Sirkuit Mandalika yang berlokasi di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada 3-5 Oktober 2025 mendatang.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.