Pengamat Bahas Langkah Arab Saudi Rekrut "Senjata Baru" Jelang Ronde 4

Arab Saudi, timnas Indonesia, FIFA Matchday, Indonesia vs Arab Saudi, Kualifikasi Piala Dunia 2026, Pengamat Bahas Langkah Arab Saudi Rekrut

Timnas Arab Saudi terus menunjukkan keseriusannya jelang putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Tidak tanggung-tanggung, tim mendatangkan Nicolas Jover, pelatih spesialis bola mati dari Arsenal, untuk memperkuat persiapan menghadapi Indonesia dan Irak.

Pengamat sepak bola nasional, Gita Suwondo, menyebut langkah ini sebagai bentuk kesadaran Arab Saudi bahwa strategi lamanya kurang efektif melawan Indonesia.

“Pelatih Arab Saudi ini sadar bahwa ball possession yang selama ini dimainkan saat lawan Indonesia di GBK gagal menembus pertahanan tim di tangan Shin Tae-yong," ujar pria yang juga jurnalis olahraga senior itu.

"Ini alasannya dia pakai pelatih baru untuk set pieces. Kalau sampai mentok cetak gol, mengandalkan set pieces dari corner. Caranya dengan memaksa kita, karena saat main di GBK itu mereka sampai dapat 7 kali sepak pojok dan tidak membuahkan hasil. Tapi kalau ini berhasil menjadi sinyal bahaya untuk Indonesia,” imbuhnya.

Siapa Nicolas Jover?

Nicolas Jover lahir di Berlin pada 28 Oktober 1981. Ia memulai kariernya sebagai analis video di Montpellier sebelum menapaki jalan sebagai spesialis bola mati di Brentford pada tahun 2016.

Namanya kian dikenal ketika bergabung dengan Manchester City di bawah Pep Guardiola pada 2019.

Dua tahun kemudian, ia hijrah ke Arsenal bersama Mikel Arteta. Sejak saat itu, ia menjadi otak di balik banyak gol penting The Gunners dari tendangan bebas, sepak pojok, bahkan lemparan ke dalam.

Dengan sentuhan tangannya, momen sederhana di lapangan bisa bertransformasi menjadi peluang emas.

Dampak untuk Arab Saudi

Kehadiran Nicolas Jover diyakini akan membuat setiap situasi bola mati Arab Saudi berubah menjadi ancaman berbahaya.

Para bek dan penjaga gawang Timnas Indonesia seperti Jay Idzes, Kevin Diks dan Emil Audero diperkirakan harus bekerja ekstra keras untuk mengantisipasi strategi baru ini.

Arab Saudi sendiri sudah memperlihatkan hasil positif pada FIFA Macthday awal September lalu. Mereka menang 2-1 atas Makedonia Utara dan menahan imbang Republik Ceko 1-1.

Catatan ini menunjukkan progres signifikan, terutama jika dipadukan dengan strategi bola mati yang akan dikolaborasikan dengan Nicolas Jover.

Indonesia Harus Waspada

Laga melawan Arab Saudi dan Indonesia dijadwalkan berlangsung di Jeddah, Kamis (9/10/2025) pukul 00.15 WIB. 

Gita Suwondo menilai, langkah Arab Saudi ini merupakan sinyal kuat lawan mempersiapkan diri dengan sangat detail, sementara Indonesia masih sibuk membanggakan penguasaan bola.

Jika tidak segera beradaptasi, ancaman set piece bisa menjadi faktor penentu hasil pertandingan putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.