Kisah 9 Menit Dele Alli dan Como 1907, Kebangkitan yang Batal Terjadi
Harapan akan kebangkitan Dele Alli bersama Como 1907 tampaknya harus ditangguhkan atau bahkan dikubur dalam-dalam.
Kisah mantan bintang Tottenham Hotspur dan timnas Inggris ini, yang sempat digadang-gadang menjadi film comeback sempurna, justru berhenti hanya sembilan menit setelah dimulai.
Dele Alli, yang kini mendekati usia 29 tahun, bergabung dengan Como pada Januari 2025 dengan kontrak berdurasi 18 bulan serta opsi perpanjangan 12 bulan.
Ia datang membawa semangat baru, namun juga membawa beban masa lalu: masa kecil sulit, konflik keluarga, serta perjuangan melawan kecanduan dan depresi.
Pelatih Como, Cesc Fabregas, sempat memuji semangat sang pemain.
"Dia punya api dan rasa lapar," ujar mantan gelandang Arsenal dan Barcelona itu.
Dalam wawancara pertamanya, Alli mengungkapkan rasa terhubung dengan klub dan hasrat untuk kembali ke lapangan.
"Saya punya koneksi ke tim ini," ujar Alli ketika itu. "Saya melihat kualitas tinggi di lapangan dan tak sabar untuk bergabung bersama tim."
Debut Horor Melawan AC Milan
Namun, satu-satunya penampilan Alli sejauh ini terjadi pada 15 Maret 2025, ketika Como menghadapi AC Milan dalam laga Serie A.
Pertandingan tersebut hanya berlangsung sembilan menit bagi Alli, yang harus meninggalkan lapangan setelah menerima kartu merah langsung.
Itu adalah penampilan pertama Alli di sebuah laga kompetitif dalam 748 hari.
Gelandang asal Inggris, Dele Alli.
Penampilan terakhirnya sebelum ini datang untuk klub Turki Besiktas pada Februari 2023.
Sejak insiden tersebut, ia belum pernah lagi tampil dalam pertandingan resmi, dan hanya mengikuti sesi latihan.
Situasi menjadi semakin rumit dengan kedatangan beberapa pemain muda baru ke skuad Como, termasuk Martin Baturina dan Nico Paz, serta munculnya nama-nama seperti Lucas Da Cunha dan Maxence Caqueret sebagai pilihan utama di lini tengah.
Alli kini berlatih terpisah bersama pemain-pemain yang tidak masuk rencana utama tim, di tengah ketidakpastian mengenai masa depannya.
Saat Como memulai pramusim bulan lalu, Alli justru menjalani latihan sendirian di Marbella.
Kini, saat tim berada di Spanyol untuk menghadapi Real Betis dan Barcelona, ia telah kembali ke fasilitas latihan Mozzate, Italia.
Menurut laporan La Repubblica, kontraknya akan berakhir pada Juni 2026.
Namun, hingga kini tidak ada klub yang tertarik untuk merekrutnya, baik secara permanen maupun pinjaman.
Situasi tersebut menempatkan Como dalam posisi serba salah.
La Gazzetta mengutarakan bahwa satu-satunya harapan tersisa mungkin ada pada Presiden Como, Mirwan Suwarso, yang diyakini memiliki peran sentral dalam perekrutan Alli.
Suwarso sebelumnya menyatakan niat untuk membantu Alli bukan hanya sebagai pemain, tetapi juga sebagai pribadi yang tengah berjuang kembali ke jalur positif.
Namun waktu terus berjalan, dan sejauh ini masa depannya di dunia sepak bola profesional pun semakin dipertanyakan.