Kadisbudpar Kabupaten Bogor Tegaskan Wisatawan Meninggal di Puncak Bogor Bukan akibat Macet
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor, Yudi Santosa menyampaikan, wisatawan yang meninggal saat libur long weekend pekan lalu di Puncak Bogor bukan disebabkan oleh kemacetan di jalur menuju Puncak Bogor.
“Berkaitan dengan informasi yang viral, kemudian (ada wisatawan) meninggal karena kemacetan, itu perlu kami luruskan bahwa yang bersangkutan bukan meninggal karena kelelahan sedang berwisata itu, itu yang perlu kami luruskan,” kata Yudi yang bergabung secara daring dalam Weekly Press Briefing di Jakarta Pusat, Selasa (17/9/2024).
Yudi menerangkan, wisatawan yang meninggal tersebut sebelumnya berkunjung ke beberapa tempat wisata, dan kemudian beristirahat di Gunung Mas sembari menikmati pemandangan.
Namun, wisatawan tersebut mengalami sesak napas dan dibawa ke masjid terdekat. Setelahnya, wisatawan tersebut dinyatakan wafat.
“Jadi sesungguhnya bukan (meninggal) ketika dalam arus macet-macetan,” tutur Yudi.
Alasan Puncak Bogor macet saat long weekend
Kawasan Agrowisata Gunung Mas Bogor menawarkan pemandangan kebun teh.
Melihat kondisi lalu lintas Puncak Bogor yang padat saat momen long weekend, dari Sabtu (14/9/2024) sampai Senin (16/9/2024), Yudi mengatakan bahwa kondisi tersebut sudah diprediksi.
Salah satu faktornya, kata Yudi, adanya rasa penasaran masyarakat, mengingat saat ini daerah Puncak Bogor sudah ditata oleh pemerintah setempat.
Selain itu, sambungnya, meningkatnya kunjungan wisatawan hingga tiga kali lipat dibanding saat libur akhir pekan biasa ke Puncak Bogor, diprediksi terjadi karena pengaruh isu gempa megathrust yang belakangan hangat dibincangkan warganet.
“Kunjungan yang banyak itu lebih dikuasai oleh motor roda dua, yang mereka biasanya kunjungannya ke Pantai Pelabuhan Ratu, misalnya,” ujar Yudi.
Kemudian, tambahnya, wisatawan yang datang mengendarai motor juga berani melawan arah lalu lintas sehingga menyebabkan arus lalu lintas menjadi macet.
Meninggal dunia di masjid
Taman Budaya Sentul
Guna mengantisipasi penumpukkan wisatawan di Puncak Bogor, Yudi mengatakan, pihaknya sudah menginformasikan di media sosial bahwa tempat wisata di Kabupaten Bogor tidak hanya Puncak Bogor.
Wisatawan juga bisa ke Sentul, Pamijahan Gunung salak, dan Suka Makmur.
Sebelumnya, dikutip dari, Senin (16/9/2024), Kasat Lantas Polres AKP Rizky Guntama mengatakan, wisatawan yang meninggal tersebut bernama Nimih (56), warga Cipayung, Jakarta Timur. Ia meninggal saat berkunjung ke Puncak Bogor, Minggu (16/9/2024).
Rizky menuturkan, dari hasil keterangan yang dikumpulkan pihaknya, awalnya almarhum ikut rombongan berwisata ke kawasan Agro Wisata Gunung Mas.
Sekitar pukul 19.00 WIB ketika almarhum selesai berekreasi di Agro Wisata, dia naik bis lalu merasakan pusing.
“Habis itu sesak napas, setelah itu keluar busa. Ketika dievakuasi ke masjid, meninggal dunia di masjid,” kata AKP Rizky Guntama.
Dia menuturkan, jenazah almarhum kemudian diboyong oleh pihak Satlantas Polres Bogor sampai ke tol untuk dipulangkan ke keluarganya.
“Betul (meninggal di area wisata). Bukan (kelelahan), bukan karena evakuasi di jalan, bukan, tapi ketika dievakuasi ke masjid meninggal dunia di masjid,” katanya.
Sakit yang diderita almarhum diduga menjadi penyebab almarhum meninggal saat melancong di Puncak Bogor.
Pengendara terjebak macet total di Puncak, Kabupaten Bogor, pada Minggu (16/9/2024) malam. Warga menyebut, kemacetan ini telah berlangsung selama berjam-jam.
Sebagai informasi, kemacaten parah terjadi di sepanjang jalur Puncak Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (15/9/2024).
Dilaporkan oleh , Senin (16/9/2024), diketahui volume kendaraan di Puncak meningkat selama libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW mulai Sabtu (14/9/2024) hingga Senin (16/9/2024).
Kepala Urusan Pembinaan Operasi (KBO) Satlantas Polres Bogor Iptu Ardian menyebut, rata-rata kendaraan yang melintas di Jalur Puncak mencapai 2.800 unit pada pukul 06.00 WIB-07.00 WIB.
Sementara itu, ambang batas jalur Puncak dalam waktu satu jam sejatinya dilintasi oleh 2.000 atau 1.500 kendaraan, baik roda dua, empat, maupun enam.
Oleh karena itu, pihaknya menyiapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem ganjil-genap dan satu arah (one way) untuk menekan kemacetan.
Satlantas Polres Bogor menerapkan sistem ganijl-genap sejak pukul 06.00 WIB di beberapa titik, seperti pintu masuk Exit GT Tol Ciawi Km 46+500 Simpang Gadog, dan Jalan Ciawi.
Setelah itu pada pukul 07.30 WIB, petugas menerapkan skema one way di sepanjang jalur Puncak secara situasional.
Namun, tingginya animo masyarakat berlibur di Puncak menyebabkan rekayasa tersebut tidak efektif.