Ada Demo Ojol, Kepolisian Siap Lakukan Rekayasa Lalu Lintas
50 ribu pengemudi ojek online atau ojol bakal kembali melakukan aksi unjuk rasa hari ini (21/07) di depan Istana Merdeka. Aksi rencananya akan dilangsungkan mulai pukul 13.00 WIB.
Banyaknya jumlah pengemudi ojol yang melakukan aksi pun membuat kepolisian berencana melakukan rekayasa lalu lintas. Hal ini untuk menghindari terjadinya kepadatan dan menjaga situasi agar tetap aman.
“Rekayasa lalu lintas dilakukan secara situasional saat demo ojol tapi mudah-mudahan tetap bisa berjalan normal,” ungkap Kombes Komarudin, Dirlantas Polda Metro Jaya di Jakarta (21/07).
Ia mengungkap bahwa rekayasa lalu lintas di jalan Merdeka Selatan akan diterapkan bila jumlah massa mengalami peningkatan.

Radeng Igun Wicaksono, Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojol Garda Indonesia mengungkap bahwa aksi mereka bakal dilakukan lebih besar dibanding sebelumnya. Sehingga diharapkan pemerintah akan bisa merespon lebih positif.
“Ini adalah akumulasi kekecewaaan pengemudi dan kurir online atas ketidaktegasan serta lambatnya respon dari Kementerian Perhubungan yang membiarkan tuntutan sebelum berlarut-larut,” ungkapnya dilansir Antara (21/07).
Igun mengungkap bahwa pemerintah telah membuat suatu keputusan kontra produksi dengan menaikkan tarif ojol hingga 15 persen. Mereka pun memiliki tuntutan lain yang bakal disampaikan dalam aksi.
5 Tuntutan Ojek Online
- Negara hadirkan UU Transportasi Online/PERPPU
- Biaya aplikasi 10 persen
- Regulasi tarif antaran barang dan makanan
- Audit investigatif aplikator
- Hapus aceng, slot, double order, hemat, member dan lainnya lalu semua dikembalikan semua menjadi driver reguler.
Selain melakukan aksi di Istana Negara, mereka juga berencana melakukan kegiatan serupa di beberapa lokasi lain. Termasuk di sekitar gedung Kementeruan Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Tak hanya itu, mereka juga berencana untuk mematikan aplikasi sebagai bentuk protes. Hal ini tentu akan berdampak terhadap mobilitas masyarakat yang cukup bergantung pada ojek online.
Oleh sebab itu disarankan kepada masyarakat agar menyesuaikan perjalanan agar tidak terhambat dalam beraktivitas. Tak ada salahnya buat menggunakan transportasi umum seperti TransJakarta, MRT atau LRT untuk menuju ke lokasi