Gregoria Mariska Tunjung Ditarik dari Australian Open 2025

Australia Open 2025, Gregoria Mariska Tunjung, Australian Open, PP PBSI, Australian Open 2025, Gregoria Mariska Tunjung Ditarik dari Australian Open 2025

Tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, dipastikan absen pada turnamen Australian Open 2025.

Hal itu dipastikan oleh pelatih tunggal putri utama, Imam Tohari. Dia menyebutkan kondisi fisik Gregoria tak memungkinkan untuk turun di Australia Open 2025 pasca tampil di Kumamoto Masters Japan 2025.

"Gregoria Mariska Tunjung terpaksa ditarik dari keikutsertaannya di Australian Open 2025 setelah melihat kondisi fisik selepas final Kumamoto Masters 2025," kata Imam Tohari dalam keterangan resmi PP PBSI, Senin (17/11/2025).

Peraih medali perunggu Olimpiade Paris 2024 itu baru saja menyelesaikan partisipasinya di Kumamoto Masters Japan 2025 pada akhir pekan lalu dengan melaju hingga ke final.

Sayang, dia gagal menuntaskan keikutsertaannya dengan gelar juara setelah takluk dari wakil Thailand, Ratchanok Intanon.

Pada laga yang digelar di Kumamoto Prefectural Gymnasium, Minggu (16/11/2025), Gregoria menyerah straight game 16-21 dan 20-22.

Kekalahan tersebut membuatnya finis sebagai runner up Kumamoto Masters Japan 2025.

Australia Open 2025, Gregoria Mariska Tunjung, Australian Open, PP PBSI, Australian Open 2025, Gregoria Mariska Tunjung Ditarik dari Australian Open 2025

Pelatih tunggal putri Indonesia, Imam Tohari

Meski begitu, pencapaian tersebut menjadi yang terbaik di sepanjang tahun ini bagi Jorji setelah penampilan yang on-off akibat faktor medis.

tampil di Kumamoto Masters Japan 2025, Gregoria sebenarnya masuk ke daftar pebulu tangkis yang akan tampil di Australia Open 2025 yang dijadwalkan berlangsung di State Sports Centre, Sydney, 18-23 November 2025.

Butuh Recovery Lebih Lama 

Namun, berdasarkan hasil pemantauan dari tim medis, kondisi fisik Gregoria dinilai tak mendukung untuk tampil di turnamen berlabel Super 500 itu.

Tubuhnya masih dilanda kelelahan dan memerlukan waktu pemulihan yang lebih panjang.

Apalagi, perjalanan dari Jepang ke Australia memakan waktu yang cukup lama.

"Dari hasil pemantauan dan penilaian, Gregoria masih memerlukan recovery lebih panjang untuk kembali turun bertanding," tutur Imam.

"Pemulihan singkat dengan waktu yang tersisa plus perjalanan jauh dari Jepang menuju Australia berisiko pada kebugaran fisiknya," jelasnya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.