4 Tips Menjaga Stamina Ketika Berolahraga untuk Pemula Menurut Atlet

Tantangan terbesar ketika hendak berolahraga dengan konsisten kerap datang dari menjaga tubuh, agar tetap bertenaga setelah rutinitas harian yang padat.
Tak sedikit orang yang terlalu bersemangat di awal, lalu merasa kelelahan sampai akhirnya berhenti berolahraga. Padahal, menurut mantan pemain sepak bola profesional Indonesia Arthur Irawan, stamina yang baik justru dibangun dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara rutin.
Cara menjaga stamina ini beragam, mulai dari menjaga hidrasi sampai meningkatkan intensitas latihan secara bertahap menjadi bekal penting untuk bisa beraktivitas secara intens seperti olahraga.
4 Tips Jaga Stamina Ketika Berolahraga untuk Pemula
Arthur Irawan dalam acara Stanley 1913 Pop-Up: Home of Champions di Central Park, Jakarta Barat pada Kamis (04/06)1. Pastikan tubuh tetap terhidrasi
Salah satu hal yang acap diabaikan pemula adalah kebutuhan cairan tubuh. Padahal, ketika berolahraga, tubuh kehilangan cairan lebih banyak melalui keringat sehingga kebutuhan minum pun jadi ikut meningkat.
"Kalau olahraga yang lebih banyak pasti minumnya lebih banyak, dan harus ada memang takarnya," kata Arthur saat ditemui dalam wawancara di acara Stanley 1913 Pop-Up: Home of Champions pada Kamis (04/06).
Kebutuhan cairan setiap orang bisa berbeda, kata Arthur. Namun, menjaga tubuh tetap terhidrasi sepanjang hari menjadi langkah dasar agar performa olahraga tetap optimal.
"Kalau saya memang minumnya banyak ya, minimal kalau bisa 3 liter sehari itu luar biasa," ujar Arthur.
Lalu, Arthur pun mengaku lebih mengandalkan air mineral dibanding minuman olahraga untuk kebutuhan hidrasi hariannya.
"Saya biasanya air mineral biasa," pungkasnya.
2. Jangan remehkan kualitas tidur
Selain minum yang cukup, stamina juga dipengaruhi oleh kualitas pemulihan tubuh. Salah satu faktor yang berperan besar adalah pola tidur.
Menurut Arthur, tubuh membutuhkan waktu istirahat yang cukup agar dapat pulih setelah beraktivitas maupun berolahraga.
"Pastinya istirahat cukup, kita pola tidurnya harus bagus, makan yang sehat sesuai tubuh masing-masing, dan konsisten latihan," papar Arthur.
Tidur yang cukup membantu tubuh memulihkan energi sekaligus mendukung proses adaptasi fisik terhadap latihan yang dilakukan secara rutin.
3. Mulai dari latihan ringan
Kesalahan lain yang sering dilakukan pemula adalah langsung mencoba olahraga dengan intensitas tinggi. Padahal, tubuh memerlukan waktu untuk membangun kapasitas fisik secara bertahap.
Arthur menyarankan untuk memulai dari latihan kardio sederhana seperti jogging. Aktivitas ini, menurutnya, dapat menjadi bekal awal sebelum mencoba jenis olahraga lain yang lebih menantang.
"Mungkin mulai dari kardio tipis-tipis, kardionya mungkin bisa bermulai dengan lari jogging setengah jam dulu, habis itu lebih increase pacenya," kata Arthur.
Setelah tubuh mulai terbiasa, intensitas latihan dapat ditingkatkan secara perlahan sesuai kemampuan masing-masing.
4. Bangun fondasi sebelum mengikuti tren olahraga
Beberapa waktu terakhir, berbagai jenis olahraga seperti padel hingga Hyrox semakin populer di kalangan masyarakat urban. Namun Arthur mengingatkan bahwa olahraga tersebut tetap membutuhkan kondisi fisik dasar yang cukup baik.
"Ketika sudah di level yang lumayan bisa mencoba olahraga, yaitu mungkin kalau saya sekarang main padel, padel bisa dicobakan, bisa coba Hyrox yang lagi tren," katanya.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya memiliki fondasi kebugaran terlebih dahulu.
"Tapi dasarnya sudah harus ada duluan ya, biar bisa, tubuhnya kuat lah untuk melakukan aktivitas itu," lanjut Arthur.
Sebagai langkah awal, ia merekomendasikan jogging selama 30 menit setiap hari dengan intensitas yang masih nyaman bagi tubuh.
"Jadi tips saya mulai dulu, jogging setiap hari 30 menit, yang pace-nya mungkin di 6-7, heart rate di 160-an itu sudah sangat bagus," tegas Arthur.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang