Ini Ciri Sindrom Anak Perempuan Sulung

eldest daughter syndrome, Ini Ciri Sindrom Anak Perempuan Sulung, 1. Berusaha menyenangkan orang lain, 2. Menyelesaikan masalah semua orang, 3. Terobsesi pada kesempurnaan, 4. Mengambil peran sebagai pengasuh, 5. Membaca suasana hati sekitar, 6. Menolak bantuan orang lain, 7. Membiasakan diri mengambil jeda

 Sebagai anak perempuan pertama, banyak orang tumbuh dengan perasaan harus selalu kuat, bertanggung jawab, dan siap membantu siapa pun di rumah. Mulai dari menjaga adik, menjadi penengah konflik keluarga, hingga mengambil peran layaknya “orang dewasa kecil”, semua itu sering dianggap hal yang wajar.

Namun belakangan, pengalaman ini ramai dibicarakan di media sosial sebagai eldest daughter syndrome atau sindrom anak perempuan sulung.

Meski bukan diagnosis kesehatan mental resmi, istilah ini digunakan untuk menggambarkan pengalaman emosional yang banyak dirasakan anak perempuan pertama dalam keluarga.

Terapis trauma somatik Chloë Bean, LMFT, menjelaskan bahwa kondisi ini biasanya muncul ketika seorang anak tumbuh dengan tuntutan untuk menjadi sosok penolong, bertanggung jawab, bahkan “ibu kedua” di rumah.

"Situasi tersebut kerap terjadi ketika orangtua sedang kewalahan secara emosional atau ketika anak dituntut untuk cepat dewasa," katanya mengutip Real Simple, Jumat (29/5/2026).

Konselor kesehatan mental Daryl Appleton, MEd, CAGS, LMHC, EdD, menyebut kondisi ini sebagai bentuk parentifikasi, yakni ketika anak mengambil peran sebagai pengelola emosi keluarga sebelum mereka benar-benar siap menjalani tanggung jawab tersebut.

Saat anak perempuan sulung sudah dewasa dan siap hidup mandiri, ternyata ada beberapa kebiasaan yang harus mulai diubah karena berpotensi mengganggu dalam hubungan dengan pasangan.

Kebiasaan yang harus dilepas saat mulai hidup mandiri

1. Berusaha menyenangkan orang lain

Anak sulung sudah belajar sejak dini untuk menekan kebutuhan pribadi demi menjaga kedamaian keluarga. Saat dewasa hal ini terus terbawa. Contohnya, rela membatalkan niat membeli lemari baru karena orangtua meminta menggunakan perabotan warisan nenek.

"Ketika kita terbiasa berkata 'ya' padahal maksudnya 'tidak' demi menghindari konflik atau  memprioritaskan kenyamanan orang lain, akibatnya kita justru mengabaikan diri sendiri,” kata Bean.

Saat menghadapi masalah, kamu mungkin merasa cemas hingga mengalami gejala fisik seperti sakit kepala, gangguan pencernaan, atau nyeri kronis.

2. Menyelesaikan masalah semua orang

eldest daughter syndrome, Ini Ciri Sindrom Anak Perempuan Sulung, 1. Berusaha menyenangkan orang lain, 2. Menyelesaikan masalah semua orang, 3. Terobsesi pada kesempurnaan, 4. Mengambil peran sebagai pengasuh, 5. Membaca suasana hati sekitar, 6. Menolak bantuan orang lain, 7. Membiasakan diri mengambil jeda

Ilustrasi

Anak sulung sering menjadi andalan saat orang lain mengalami krisis. Entah itu sekedar meminta saran atau bahkan bantuan finansial.

“Seiring waktu, ini dapat menciptakan stres kronis, batasan yang kabur, dan hubungan di mana kamu lebih dihargai karena apa yang diberikan daripada siapa kamu sebenarnya,” tambah Bean.

3. Terobsesi pada kesempurnaan

Tuntutan dari dalam diri membuat anak sulung merasa wajib menjadi yang terbaik, entah itu menjaga rumah selalu rapi atau memiliki banyak keterampilan.

“Beberapa anak perempuan sulung menginternalisasi keyakinan bahwa kesalahan tidak diperbolehkan, atau bahwa nilai mereka berasal dari menjadi mengesankan dan dapat diandalkan," ujar Bean.

“Masalahnya adalah performa semacam ini tidak berkelanjutan dan sering kali berujung pada kelelahan,” tegas Appleton.

4. Mengambil peran sebagai pengasuh

Karena terbiasa mengurus adik sejak kecil, kakak perempuan tanpa sadar membawa peran yang sama dalam pertemanan dan hubungan dewasa.

Biasanya, mereka menjadi pihak yang selalu menghubungi lebih dulu atau sibuk merencanakan sebuah pertemuan rutin.

“Masalahnya adalah ini cenderung menciptakan ketidakseimbangan. Kamu mungkin tampak kuat dan mampu, tetapi di baliknya, mungkin merasa kesepian, tidak didukung, dan kelelahan," terang Bean.

5. Membaca suasana hati sekitar

eldest daughter syndrome, Ini Ciri Sindrom Anak Perempuan Sulung, 1. Berusaha menyenangkan orang lain, 2. Menyelesaikan masalah semua orang, 3. Terobsesi pada kesempurnaan, 4. Mengambil peran sebagai pengasuh, 5. Membaca suasana hati sekitar, 6. Menolak bantuan orang lain, 7. Membiasakan diri mengambil jeda

Cenderung mengkritik diri sendiri termasuk kebiasaan orang IQ tinggi.

Saat mengadakan pesta atau acara kumpul keluarga, anak perempuan sulung cenderung sibuk memastikan semua tamu merasa nyaman sehingga sibuk ke sana ke mari, daripada ikut berbaur dan bersenang-senang. 

6. Menolak bantuan orang lain

Karena terbiasa memberi, anak pertema mungkin merasa cemas saat teman bertanya tentang kado yang diinginkan saat ulang tahun.

“Tetapi hubungan membutuhkan timbal balik untuk berkembang. Ketika kamu tidak dapat menerima, kamu merampas kegembiraan orang lain karena ingin memberi,” ucap Appleton.

7. Membiasakan diri mengambil jeda

Jangan mudah mengabulkan keinginan orang lain, apalagi jika hal itu justru membuat kamu mengorbankan kebutuhan diri. Ambil jeda untuk berpikir, sehingga kamu bisa mengevaluasi apakah bantuan tersebut murni karena keinginan atau sekadar kebiasaan lama.

“Pola lama memiliki akar yang dalam. Hal yang indah tentang pindah ke rumah sendiri adalah kamu dapat memutuskan ingin menjadi siapa di sana,” kata Appleton.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang