Perempuan Mandiri Secara Finansial, Mengapa Banyak yang Menunda Punya Anak?

Kemandirian ekonomi, prioritas hidup, keputusan memiliki anak, tekanan sosial, Perempuan Mandiri Secara Finansial, Mengapa Banyak yang Menunda Punya Anak?

Kemandirian ekonomi perempuan ikut memengaruhi keputusan untuk memiliki anak.

Psikolog menilai banyak perempuan kini lebih bebas menentukan pilihan hidup, termasuk soal kapan ingin memiliki anak atau memilih menundanya. Kondisi ini membuat keputusan punya anak semakin dipertimbangkan secara matang.

Psikolog Ibunda.id, Danti Wulan Manunggal, S.Psi., mengatakan perubahan ini berkaitan dengan meningkatnya rasa percaya diri perempuan dalam menentukan arah hidupnya.

Hal itu ia sampaikan saat dihubungi pada Senin (2/3/2026). Menurut dia, kemampuan untuk mandiri secara finansial memberi ruang lebih besar bagi perempuan untuk membuat keputusan yang lebih personal.

Perempuan memiliki lebih banyak pilihan

Danti menjelaskan bahwa semakin banyak perempuan yang memiliki pendidikan tinggi dan karier yang stabil.

Kondisi ini membuat perempuan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada peran domestik seperti pada masa lalu.

Kemandirian ekonomi memberi kesempatan bagi perempuan untuk menentukan prioritas hidup.

Karier, pengembangan diri, dan stabilitas pribadi sering menjadi pertimbangan sebelum memutuskan membangun keluarga.

Perubahan ini membuat keputusan memiliki anak tidak lagi dianggap sebagai kewajiban sosial yang harus segera dilakukan.

Kepercayaan diri dalam menentukan arah hidup

Kemandirian ekonomi, prioritas hidup, keputusan memiliki anak, tekanan sosial, Perempuan Mandiri Secara Finansial, Mengapa Banyak yang Menunda Punya Anak?

Ilustrasi wanita karier. Psikolog menyebut meningkatnya kemandirian ekonomi membuat perempuan lebih bebas menentukan waktu dan keputusan untuk memiliki anak.

Menurut Danti, kemandirian finansial juga meningkatkan rasa percaya diri perempuan. Mereka merasa memiliki kendali yang lebih besar terhadap kehidupan pribadi.

“Faktor kemandirian ekonomi wanita meningkatkan rasa percaya diri dan pilihan untuk tidak bergantung pada peran domestik,” ujar Danti.

Perasaan tersebut membuat perempuan lebih berani menentukan pilihan hidup yang sesuai dengan kondisi dan kesiapan mereka.

Keputusan memiliki anak dipertimbangkan lebih matang

Danti menilai perubahan ini membuat keputusan memiliki anak semakin dipertimbangkan dengan matang.

Banyak perempuan ingin memastikan kondisi emosional, finansial, dan kehidupan pribadi sudah stabil.

Keputusan tersebut tidak lagi semata dipengaruhi tekanan sosial. Banyak perempuan memilih menunggu hingga merasa benar-benar siap menjalani peran sebagai orangtua.

Fenomena ini menunjukkan bahwa meningkatnya kemandirian ekonomi perempuan turut memengaruhi dinamika keluarga modern.

Keputusan memiliki anak kini semakin dilihat sebagai pilihan yang perlu dipertimbangkan secara sadar dan personal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang