KONI Resmi Tetapkan Banten-Lampung Tuan Rumah PON 2032

KONI Resmi Tetapkan Banten-Lampung Tuan Rumah PON 2032
KONI Resmi Tetapkan Banten-Lampung Tuan Rumah PON 2032

 Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat resmi menutup rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) 2026 yang digelar di Hotel Pullman Jakarta Barat, Kamis 21 Mei 2026.

Sejumlah keputusan strategis lahir dalam forum tersebut, mulai dari revisi AD/ART, penetapan tuan rumah PON XXIII/2032, hingga penguatan sistem digital data atlet nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI Purn Marciano Norman, menyebut seluruh agenda berjalan lancar sejak pembukaan hingga penutupan kegiatan.

“Alhamdulillah sepanjang hari ini sejak Rakernas dibuka Wamenpora Bapak Taufik Hidayat, seluruh agenda berjalan dengan baik,” kata Marciano.

Dalam Rakernas, peserta menerima laporan program kerja KONI tahun 2025 sekaligus menyepakati rencana kerja 2026. Pembahasan juga mencakup hasil Komisi A dan Komisi B yang membidangi organisasi, hukum, media, pembinaan prestasi, sport science, hingga kesejahteraan pelaku olahraga.

Salah satu keputusan penting adalah diterimanya Pengurus Besar Federasi Olahraga Domino Indonesia (PB ORADO) sebagai anggota resmi KONI Pusat. Dengan bergabungnya ORADO, kini KONI memiliki total 82 anggota.

Selain itu, Musornaslub KONI 2026 juga mengesahkan penyempurnaan AD/ART KONI 2020. Dalam aturan terbaru tersebut, KONI kini memiliki kode etik organisasi sebagai norma moral resmi.

Tak hanya itu, aturan mengenai masa jabatan pimpinan organisasi olahraga juga mengalami perubahan. Ketua umum organisasi olahraga kini bisa menjabat lebih dari dua periode dengan syarat memperoleh aklamasi penuh dari seluruh anggota.

Aturan rangkap jabatan juga diperjelas. Ketua umum, sekretaris jenderal, dan bendahara tidak diperbolehkan merangkap jabatan di organisasi olahraga lain, baik secara horizontal maupun vertikal.

KONI juga menegaskan penambahan agenda multievent nasional seperti PON Bela Diri, PON Pantai, PON Indoor, dan PON Remaja sebagai bagian dari pengembangan olahraga prestasi nasional.

Hal menarik lainnya adalah munculnya bidang baru bernama Intelijen Olahraga dalam struktur organisasi KONI. Bidang ini diproyeksikan membantu pemetaan kekuatan olahraga nasional secara lebih modern dan terukur.

Dalam forum Musornaslub, KONI juga resmi menetapkan Banten dan Lampung sebagai tuan rumah PON XXIII tahun 2032 setelah melalui proses visitasi dan penilaian panjang.

Ketua Tim Penjaring dan Penyaring calon tuan rumah PON XXIII/2032, Mayjen TNI Purn Dr. Suwarno, menyebut Banten unggul dari sisi kesiapan venue, hotel, hingga fasilitas kesehatan.

“Agak berbeda dengan PON-PON sebelumnya. Kesimpulan dari yang kita kunjungi, Banten memenuhi syarat 89%, dilihat dari ketersediaan venue, hotel yang tersebar, sarana prasarana Kesehatan,” terang Suwarno.

Sementara Lampung dinilai masih memiliki beberapa kekurangan, terutama venue atletik yang belum memenuhi standar delapan lintasan. Meski begitu, secara keseluruhan kesiapan provinsi tersebut tetap dinilai layak.

“Dari apa yang kita lihat di Lampung, sedikit lebih rendah dibanding Banten yakni 76% memenuhi syarat,” jelas Suwarno.

“Kami tidak ragu-ragu Banten-Lampung menyelenggarakan PON XXIII/2032,” tegasnya.

Di akhir agenda, Marciano juga meluncurkan sistem database atlet nasional bernama ‘Megaku: Digital Sport Ecosystem’ yang dikembangkan oleh bidang Pusat Pengumpulan dan Pengolahan Data KONI.

“Kita butuh data atlet, yang menjelaskan perjalanan mereka dari akar rumput hingga menjadi atlet elite Indonesia,” terang Marciano.

Marciano juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam proses penetapan tuan rumah PON serta penyempurnaan regulasi organisasi olahraga nasional.

“Terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada KONI Banten dan KONI Lampung yang telah melalui proses panjang dan mendapatkan persetujuan seluruh anggota KONI Pusat untuk menjadi tuan rumah PON XXIII/2032,” lanjut Marciano.

“Fokus kita ke PON XXII/2028 di NTT-NTB, telah final dan memasuki tahapan yang sudah mendapatkan persetujuan dari seluruh anggota. Yang kedua, perubahan AD/ART yang kami sesuaikan telah mendapatkan persetujaun dan ketiga PON XXIII/2032 Banten-Lampung sudah mendapatkan persetujuan,” sambungnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Marciano juga menyoroti agenda baru KONI terkait penyelenggaraan PON Bela Diri, PON Pantai, dan PON Remaja agar ke depan bisa menjadi agenda rutin cabang olahraga nasional.

“Agenda KONI Pusat terkait PON Bela Diri, PON Pantai dan PON Remaja, saya mengajak kita bersama-sama agar sesuai dengan cabang olahraga, ke depan saya berharap jadi agenda Kejurnas cabang olahraga,” jelas Marciano.