Fakta Mencengangkan Penggerebekan Pesta Narkoba di Hotel B Fashion Jakbar! Napi Lapas Cipinang Penyuplainya

ilustrasi narkoba
ilustrasi narkoba

Bareskrim Polri membongkar peredaran narkotika jenis ekstasi dan vape mengandung etomidate di B Fashion Hotel dan The Seven, Jakarta Barat (Jakbar).

Parahnya, jaringan tersebut diduga dikendalikan narapidana dari Lapas Cipinang dan melibatkan pihak internal hotel. Penggerebekan dilakukan di tujuh titik pada Sabtu, 9 Mei 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Polisi menyasar room karaoke, showroom ladies, rumah kos hingga Lapas Cipinang. Dari operasi itu, belasan orang berhasil diamankan. Hal ini diungkap Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Polisi Eko Hadi Santoso.

“Pengungkapan peredaran narkotika jenis ekstasi dan vape mengandung etomidate di B Fashion Hotel dan The Seven, Jakarta,” tuturnya, Jumat, 15 Mei 2026.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi menangkap Dania Eka Putri alias Mami Dania yang diduga menjadi penyedia narkoba sekaligus penghubung pengedar dengan tamu hotel.

Dari tangan Dania, polisi menyita lima butir ekstasi dan enam vape yang mengandung etomidate.

“Dari tangan Dania, kami menyita ekstasi warna hijau kombinasi kuning bergambar Marvel serta vape mengandung etomidate,” ujar Eko.

Polisi juga menangkap Teuku Rico Edwin alias Dervin yang diduga ikut mengedarkan narkoba di hotel tersebut. Dari room B-02 hotel, polisi menemukan 10 butir ekstasi logo Superman dan empat vape etomidate.

Kasus kemudian berkembang hingga polisi menangkap Siti Dahlia alias Vonny di sebuah rumah kos kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Polisi menduga Vonny memerintahkan suaminya mengambil narkotika di kawasan Kampung Bahari, Jakarta Utara.

Dari hasil pemeriksaan, Bareskrim menemukan dugaan keterlibatan narapidana Lapas Cipinang dalam jaringan peredaran vape etomidate tersebut.

“Menurut pengakuan AFH, narkotika itu didapat dari Irwansyah alias Jeje yang berada di Lapas Cipinang,” kata Eko.

Pengembangan berlanjut saat polisi menangkap Esgianto alias Anto di depan RS Sari Asih Ciputat ketika membawa 100 vape etomidate merek Yakuza.

“Pengiriman vape etomidate itu dikendalikan Irwansyah alias Jeje dari dalam Lapas Kelas I Cipinang,” ucapnya.

Tak lama kemudian, tiga narapidana yakni Irwansyah alias Jeje, Faisal, dan Yudith Eric alias Paijo turut diamankan. Ketiganya diduga berperan sebagai penghubung jaringan pemasok vape etomidate dari dalam lapas.

"Tim gabungan selanjutnya membawa tersangka dan barang bukti ke kantor Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri," tuturnya.

Tak hanya itu, Bareskrim juga menduga pihak manajemen B Fashion Hotel dan The Seven mengetahui bahkan membiarkan praktik peredaran narkoba di room karaoke hingga ruang VIP.

Dugaan tersebut muncul setelah polisi memeriksa puluhan karyawan dan pengunjung hotel saat penggerebekan.

“Seluruhnya membuat pernyataan tertulis dan testimoni video bahwa mereka mengetahui adanya peredaran gelap narkotika dan terjadi pembiaran oleh pihak manajemen B Fashion Hotel dan The Seven,” kata Eko.

Sebanyak 55 orang diamankan dalam penggerebekan tersebut. Mereka terdiri dari karyawan dan pengunjung dari berbagai kalangan. Dari jumlah itu, 18 orang dinyatakan positif narkoba.

Lima orang kemudian ditetapkan sebagai tersangka kasus peredaran narkotika. Sementara 13 orang lainnya menjalani assessment di BNN Pusat, Cawang.

Kepada polisi, Dania mengaku transaksi narkoba di B Fashion Hotel dilakukan secara diam-diam melalui kapten hotel. Pengunjung disebut memesan narkoba lewat waitress yang kemudian menghubungi kapten untuk mendatangkan apoteker ke room tamu.

“Namun sejak adanya Operasi tempat hiburan malam, B Fashion Hotel menyatakan ‘Kode Merah’ dan hanya tamu VIP saja yang bisa mendapatkan narkotika melalui Kapten,” ujar Eko.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, tersangka Dervin mengaku pernah mendengar pihak manajemen merayakan ulang tahun ke-12 B Fashion Hotel di salah satu room KTV yang diduga disertai pesta narkoba.

“Namun pada saat dilakukan penindakan, pihak manajemen yang berada dalam room tersebut segera melarikan diri,” ucap Eko.