Borneo FC Jaga Rahasia Taktik demi Kudeta Persib di Dua Laga Final Super League
Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, memilih untuk menutup rapat strategi timnya di tengah persaingan memanas dengan Persib Bandung dalam perburuan gelar juara Super League 2025/2026. Dengan hanya menyisakan dua pertandingan krusial, juru taktik asal Brasil tersebut enggan memberikan bocoran mengenai taktik yang akan diusung.
"Saya masih mempunyai dua laga sisa. Jadi, tidak boleh tahu rahasianya sekarang,” ujar Lefundes, mengutip keterangan dari laman resmi I.League, Selasa.
Fokus pada Performa Positif
Borneo FC dituntut untuk mempertahankan konsistensi performa demi menyapu bersih poin penuh pada dua laga pamungkas. Pesut Etam dijadwalkan akan bertandang ke markas Persijap Jepara pada Minggu (17/5) dan menjamu Malut United pada Sabtu (23/5).
Lefundes meyakini anak asuhnya memiliki modal yang cukup untuk menuntaskan misi tersebut. Kepercayaan diri ini didasari oleh mentalitas tangguh skuad Borneo FC serta kemampuan lini depan yang tajam dalam membongkar pertahanan lawan.
Duel Bali United vs Borneo FC
Efektivitas Serangan di Atas Statistik
Ketenangan Lefundes juga terlihat saat ia menanggapi banyaknya peluang yang terbuang kala timnya menang tipis 3-2 atas Bali United, Senin (11/5) lalu. Meski secara statistik Bali United lebih agresif dengan 16 tembakan dibandingkan 10 tembakan milik Borneo, Lefundes tetap bangga dengan produktivitas timnya.
"Saya ingat bahwa kami adalah tim dengan serangan terbaik di kompetisi ini. Kalau saya marah, mereka akan bilang: 'orang ini gila, kita sudah cetak banyak gol dan dia masih mengeluh'," tuturnya dengan nada santai.
Skenario Juara
Saat ini, Borneo FC berada di posisi kedua klasemen sementara dengan raihan 75 poin dari 32 laga. Jumlah poin ini sebenarnya identik dengan sang pemuncak klasemen, Persib Bandung. Namun, Maung Bandung masih berhak atas posisi pertama karena keunggulan head-to-head.
Untuk bisa mengangkat trofi juara musim ini, Borneo FC wajib memenangkan seluruh laga sisa sambil berharap Persib Bandung "terpeleset" atau gagal meraih poin maksimal saat melawan PSM Makassar (17/5) dan Persijap (23/5).