Prakiraan Cuaca BMKG Periode 13-16 April 2026, Mana Saja Wilayah Berpotensi Hujan?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca sepanjang 13-16 April 2026.
Dilansir dari laman resminya, BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada di tengah peralihan musim ini, karena masih ada potensi hujan lebat terjadi di beberapa wilayah Indonesia.
Hal ini berdasarkan analisis BMKG, di mana BMKG mencatat dalam beberapa waktu terakhir masih terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat di sejumlah wilayah Indonesia pada periode 6 – 8 April 2026.
Curah hujan tertinggi dengan intensitas lebat terpantau di Papua Barat (190.7 mm/hari), D.I Yogyakarta (87.4 mm/hari), Kalimantan Tengah (86.4 mm/hari), Papua (84.0 mm/hari), Sumatera Barat (84.1 mm/hari), Sumatera Utara (75.0 mm/hari) dan Lampung (73.5 mm/hari).
Kondisi ini dipengaruhi oleh aktivitas gelombang atmosfer, seperti Rossby Ekuatorial, Kelvin, dan Mixed Rossby-Gravity (MRG) di sejumlah wilayah, serta fenomena MJO yang melintasi sebagian besar wilayah Sumatera.
Dalam sepekan ke depan, kondisi cuaca di Indonesia masih dipengaruhi oleh dinamika atmosfer pada skala global, regional, dan lokal.
Dari sisi global, fenomena El Niño–Southern Oscillation (ENSO) masih berada pada fase netral, sehingga belum memberikan dampak yang berarti terhadap peningkatan aktivitas konvektif di wilayah Indonesia.
Sementara itu, Dipole Mode Index (DMI) juga berada pada fase netral, yang menandakan belum adanya suplai massa udara yang signifikan dari Samudra Hindia bagian timur Afrika ke wilayah Indonesia, khususnya Indonesia bagian barat, sehingga pengaruhnya terhadap pola curah hujan nasional masih relatif terbatas.
Meski demikian, sejumlah dinamika atmosfer lainnya masih berperan dalam mendukung potensi hujan di beberapa wilayah Indonesia.
Fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) diprakirakan melintasi sebagian wilayah Sumatera, Perairan selatan Banten, dan Perairan utara Papua, sehingga berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di kawasan tersebut.
Di samping itu, Gelombang Rossby Ekuatorial yang bergerak ke arah barat diprakirakan aktif di sebagian wilayah Jawa, Bali, NTB, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, serta sebagian Papua.
Sementara itu, Gelombang Kelvin yang bergerak ke arah timur juga diprakirakan aktif melintasi sebagian besar Sumatera, Kalimantan, dan sebagian Papua.
Wilayah berpotensi hujan hingga 16 April 2026
BMKG memprediksi, cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan sedang.
Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Kep. Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan.
Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:
- Siaga (hujan lebat – sangat lebat): Jawa Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, dan Papua Pegunungan.
- Angin kencang: Papua Barat Daya.
BMKG mengimbau masyarakat waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor akibat hujan deras.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang