Benarkah Terapi Stem Cell Bisa Perbaiki Jaringan Tubuh yang Rusak? Ini Faktanya

Stem Cell
Stem Cell

 Perkembangan teknologi medis berbasis sel punca atau stem cell semakin menunjukkan perannya dalam dunia kesehatan modern. Terapi ini kini tak hanya menjadi wacana di ranah riset, tetapi mulai hadir sebagai layanan klinis yang dapat diakses masyarakat, khususnya untuk penanganan penyakit degeneratif dan pemulihan jaringan. Benarkah?

Pendekatan terapi sel punca sendiri dikenal sebagai bagian dari precision medicine dan future medicine, yang berfokus pada perbaikan jaringan tubuh serta peningkatan kualitas hidup pasien. Layanan ini ditujukan antara lain untuk kasus ortopedi seperti osteoarthritis, osteoporosis, cedera ligamen, hingga kerusakan tulang rawan. Scroll untuk info lengkapnya, yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty, menyebut pengembangan layanan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menghadirkan inovasi berbasis kebutuhan masyarakat.

“Melanjutkan langkah strategis tahun 2025 dengan akuisisi 30 persen saham ProSTEM, Prodia terus berkomitmen menghadirkan inovasi layanan kesehatan yang berfokus pada kebutuhan masyarakat, termasuk pengembangan terapi pengobatan regeneratif berbasis sel punca sebagai bagian dari precision medicine dan future medicine," ujar Dewi dalam keterangannya, dikutip Kamis 23 April 2026. 

Konferensi Pers Prodia Stemcell Clinic

"Pembukaan Stemcell Clinic by Prodia ini merupakan bentuk kolaborasi Prodia dan ProSTEM dalam menyediakan solusi kesehatan yang tidak hanya kuratif, tetapi juga preventif, regeneratif, dan mendukung wellness masyarakat secara menyeluruh. Didukung tenaga medis profesional dan berpengalaman, kami optimis layanan Stemcell Clinic by Prodia ini dapat memperkuat positioning Prodia sebagai penyedia layanan kesehatan terintegrasi terdepan di Indonesia. Ke depan, kolaborasi ini akan diperluas jangkauannya ke area dan kota-kota strategis lainnya, serta tidak terbatas pada specialty clinic saja, tetapi menjadi bagian dari ekosistem layanan kesehatan Prodia secara menyeluruh,” sambungnya.

Dalam implementasinya, layanan ini bekerja sama dengan PT Prodia Stemcell Indonesia (ProSTEM), yang berperan dalam pengolahan dan pengelolaan sel punca. Direktur ProSTEM, Cynthia Retna Sartika, menekankan bahwa aspek keamanan dan standar ilmiah menjadi prioritas utama dalam pengembangan terapi ini.

“Sebagai perusahaan yang berpengalaman dalam penelitian dan pengembangan terapi sel punca, sel, dan turunannya, ProSTEM memiliki kapabilitas serta dukungan teknologi untuk menghadirkan produk yang terstandar dan dikembangkan berdasarkan pendekatan ilmiah. Pendekatan yang kami lakukan tidak hanya berfokus pada inovasi, tetapi juga pada konsistensi kualitas, pengendalian proses, serta validasi sesuai dengan perolehan sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta izin operasional dari Kementerian Kesehatan untuk penyimpanan dan pemrosesan sel punca, sel, dan turunannya," bebernya.

Lebih lanjut, Cynthia menjelaskan, ProSTEM juga mengacu pada standar internasional, seperti NetCord & Foundation for the Accreditation of Cellular Therapy (FACT-NetCord) serta Association for the Advancement of Blood & Biotherapies (AABB), khususnya dalam aspek pengendalian mutu (quality control), traceability, dan keamanan produk berbasis sel.

"Sistem manajemen mutu kami juga telah tersertifikasi ISO 9001:2015, yang semakin memperkuat konsistensi proses dan layanan yang kami berikan. Kehadiran layanan Stemcell Clinic by Prodia yang terintegrasi ini merupakan wujud sinergi antara keahlian ProSTEM dalam pengembangan dan pemrosesan produk berbasis sel dengan kapabilitas Prodia dalam layanan diagnostik serta jaringan klinik yang luas. Kami optimis kolaborasi ini dapat berjalan secara berkelanjutan serta memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan terapi regeneratif melalui advanced medicine di Indonesia,” jelas Cynthia.

Dalam kesempatan yang sama, edukasi terkait pemanfaatan stem cell juga menjadi perhatian. Dokter spesialis ortopedi, dr. Yanuarso, menilai terapi ini berpotensi membantu proses penyembuhan, terutama pada kerusakan jaringan yang sulit pulih secara alami.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Terapi sel punca dapat mendukung regenerasi jaringan, mempercepat pemulihan, serta meningkatkan kualitas hidup pasien jika dilakukan secara tepat dan terstandar," ungkapnya.

Meski menjanjikan, para ahli mengingatkan bahwa terapi stem cell tetap memerlukan pengawasan ketat, standar keamanan tinggi, serta indikasi medis yang jelas. Dengan demikian, pemanfaatannya tidak hanya efektif, tetapi juga aman bagi pasien.