AMD Tahan Dulu Rilis GPU Gaming, Fokus Garap Chip Server AI hingga 2028

AMD Tahan Dulu Rilis GPU Gaming, Fokus Garap Chip Server AI hingga 2028
AMD Tahan Dulu Rilis GPU Gaming, Fokus Garap Chip Server AI hingga 2028

Kabar kurang sedap datang bagi para penggemar setia Radeon yang tengah menanti lompatan performa generasi terbaru. AMD dirumorkan tidak akan terburu-buru meluncurkan penerus Radeon RX 9070 XT ke pasaran.

  • AMD isyaratkan penundaan besar rilis GPU gaming berbasis arsitektur RDNA 5.
  • Sejumlah mitra meyakini pengiriman baru akan terealisasi antara paruh kedua 2027 dan awal 2028.
  • Tingginya permintaan chip server untuk kecerdasan buatan jadi biang keladi utama perlambatan ini.
  • Siklus rilis "tick-tock" dua tahunan yang biasa kita kenal kini resmi jadi cerita masa lalu.

Tak Ada Penerus RX 9070 XT hingga Tiga Tahun Mendatang

Ketika AMD meluncurkan Radeon RX 9070 dan 9070 XT pada musim semi 2025, banyak yang menduga aksi salip-menyalip performa dengan Nvidia akan kembali memanas. Sayangnya, euforia itu harus segera diredam.

Setelah krisis DRAM melanda pertengahan 2025, harga memori dan komponen grafis melonjak liar. Situasi ini bahkan memakan korban proyek Nvidia GeForce RTX 5000 Super yang terpaksa dibatalkan. Alih-alih mengejar refresh, AMD justru memilih mereset total linimasa kartu grafis gaming mereka.

Di gelaran Computex, para mitra yang memproduksi kartu desktop Radeon memberi sinyal waktu tunggu yang tidak main-main untuk arsitektur RDNA 5. Jika dihitung dari kemunculan 9070 XT, suksesor sejatinya butuh waktu sekitar tiga tahun untuk benar-benar nangkring di meja kita.

Produksi Beralih Total, Chip Server Lebih Menggiurkan

Pergeseran prioritas ini lahir dari logika bisnis yang sulit dibantah. Permintaan massif dari perusahaan-perusahaan yang bermain di ranah kecerdasan buatan membuat AMD dan Nvidia kewalahan memenuhi pasokan chip server berperforma tinggi.

Ladang cuan sesungguhnya kini ada di prosesor dan GPU untuk server AI, bukan di kartu grafis konsumen yang harganya jauh lebih murah. Kapasitas produksi global sedang kelebihan beban. Ketika pabrik harus memilih antara membuat chip mahal untuk pusat data atau GPU gaming yang marginnya tipis, jawabannya sudah bisa ditebak.

Dengan demikian, menghadirkan produk “murah” untuk pengguna rumahan dianggap semakin tidak masuk akal secara ekonomi dibandingkan memaksimalkan produksi chip mahal untuk para raksasa AI seperti OpenAI.

Halaman Selanjutnya
Siklus Dua Tahun Mati, Era Baru GPU Gaming Dimulai
img_title