Lutesha Ngaku Kesulitan Syuting Bareng Chicco Kurniawan, Gak Bisa Bedain Real Life dan Karakter
Film horor Indonesia kembali menyuguhkan sesuatu yang segar dan mencekam lewat Rest Area, yang siap tayang di bioskop mulai 2 Oktober 2025. Mengusung genre teen-slasher dengan sentuhan sosial dan simbolis, film ini mengisahkan lima orang crazy rich yang terjebak di sebuah rest area terpencil saat perjalanan malam mereka. Alih-alih menjadi tempat istirahat, rest area itu justru berubah menjadi lokasi penuh teror dan pengungkapan dosa masa lalu.
Hantu berkepala kresek menjadi pusat dari mimpi buruk yang mereka alami. Sosok ini tak hanya menakutkan, tetapi juga menyimpan simbol balas dendam atas ketidakadilan dan kerakusan manusia. Scroll untuk tahu cerita lengkapnya, yuk!
Sutradara Aditya Testarossa menjelaskan bahwa Rest Area tidak hanya bermain dengan elemen horor fisik, tapi juga menggali ketakutan psikologis manusia.
“Buat saya, Rest Area bukan sekadar horor tentang hantu, tapi juga horor tentang manusia. Tentang apa yang mereka sembunyikan, dan bagaimana dosa itu selalu menagih balas. Saya ingin penonton merasakan ketakutan yang datang bukan hanya dari luar, tapi juga dari dalam diri mereka sendiri,” jelas Aditya, dalam keterangannya, dikutip Kamis 21 Agustus 2025.
Hantu Kresek digambarkan sebagai makhluk menyeramkan dengan kepala tertutup plastik hitam dan lakban. Ia menjadi lambang dari kematian yang coba dilupakan, namun kenyataannya tetap membayang dan menuntut balas.
Aktris Lutesha turut ambil bagian dalam film ini sebagai Zizi, salah satu dari lima tokoh utama crazy rich yang menjadi sasaran teror. Menurutnya, ini adalah genre baru yang menarik untuk dijajal.
“Di sini saya berperan sebagai Zizi, salah satu dari lima Crazy Rich ini. Bisa dibilang dia yang mempunyai moral sedikit lebih baik dibandingkan teman-temannya. Aku tertarik bergabung dalam proyek ini, karena ini genre yang belum pernah aku coba, bisa dibilang teen-slasher, dimana pemeran utamanya lima orang yang perilakunya nggak baik, yang memang kita ingin melihat mereka tersiksa,” ujarnya.
Yang menarik, Rest Area juga mempertemukan kembali Lutesha dengan aktor Chicco Kurniawan. Hubungan pertemanan mereka sempat menimbulkan tantangan saat syuting, terutama saat harus membawakan adegan emosional.
“Yang aku ingat tuh dia sempat ngomong ke aku. Dia cukup kesusahan akting sama aku. Soalnya ada satu adegan di mana dia itu harus marah-marahin aku. Sedangkan ya kita kan berdua in real life sahabatan. Jadi memiliki kesusahan untuk membedakan antara real life sama karakter,” tambah Lutesha.
Berbeda dari kebanyakan film horor yang hanya mengandalkan jumpscare, Rest Area membangun atmosfer ketegangan yang kuat dengan menyisipkan kritik sosial. Film ini menyinggung dosa-dosa dalam pembangunan yang merugikan pihak lain, khususnya mereka yang tak bersuara.
Di balik kengerian dan kematian, penonton diajak menyelami rasa bersalah, moralitas, dan konsekuensi dari kekuasaan yang disalahgunakan. Setiap karakter memiliki rahasia kelam yang perlahan terkuak sepanjang cerita.
Selain Lutesha dan Chicco Kurniawan, film ini juga dibintangi oleh Ajil Ditto, Julian Jacob, Lania Fira, Haydar Salizh, dan Alfrian Arisandy. Kolaborasi para aktor muda ini dipastikan membawa dinamika yang segar, intens, dan penuh kejutan.
Rest Area dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 2 Oktober 2025.