Nova Arianto Ungkap Nasib Fadly Alberto untuk Piala AFF U19 2026

Fadly Alberto, Timnas U20 Indonesia, Nova Arianto, Nova Arianto Ungkap Nasib Fadly Alberto untuk Piala AFF U19 2026

Nama Fadly Alberto menjadi perhatian usai terlibat insiden dalam laga EPA 2025-2026 saat Bhayangkara FC menghadapi Dewa United di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4/2026).

Dalam pertandingan tersebut, Fadly Alberto bersama beberapa pemain lain diduga terlibat aksi kekerasan terhadap pemain lawan.

Kejadian itu memicu reaksi luas dan berpotensi berujung sanksi berat.

Situasi ini juga berdampak pada peluang Alberto di level tim nasional, meski sebelumnya masih masuk dalam pemantauan tim pelatih.

Nova Arianto Tak Panggil Fadly Alberto

Pelatih Timnas U20 Indonesia, Nova Arianto, menyatakan staf pelatih telah membahas kasus tersebut.

Mereka juga terus memantau pemain menjelang agenda Piala AFF U19 2026 pada Juni mendatang.

Fadly Alberto, Timnas U20 Indonesia, Nova Arianto, Nova Arianto Ungkap Nasib Fadly Alberto untuk Piala AFF U19 2026

Pemain Timnas U17 Indonesia Fadly Alberto Hengga (kiri) berusaha melewati pemain Tajikistan Nurmatov Shukhrat (kanan) pada pertandingan Piala Kemerdekaan 2025 di Stadion Utama Sumatera Utara, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (12/8/2025). ANTARA FOTO/Yudi Manar/rwa.

Nova memastikan Alberto tidak masuk dalam daftar pemain untuk turnamen tersebut sebagai bentuk konsekuensi dari tindakannya.

"Benar untuk Piala AFF U-19 saya tidak memanggil Alberto," kata Nova Arianto.

Harapan dan Dampak ke Depan

Nova berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi sang pemain.

Ia menekankan pentingnya mengendalikan emosi dalam setiap pertandingan.

"Pastinya semoga menjadi efek jera."

"Karena apapun alasannya pasti tindakannya tidak dibenarkan," ujarnya.

Fadly Alberto sebelumnya dikenal sebagai pemain potensial. Ia sempat mencetak gol saat membela Indonesia di Piala Dunia U17 2025.

Namun, masa depannya kini dipengaruhi proses sanksi yang masih menunggu keputusan.

Hukuman berat bisa dijatuhkan karena aksi tersebut dinilai membahayakan lawan.

Di sisi lain, kondisi ini membuka peluang bagi pemain lain untuk masuk dalam radar tim pelatih, seiring pemantauan kompetisi EPA U20 yang masih berjalan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang