PBB, PSSI, dan Tiga Kementerian Dukung Uni League 2026
Sebagai salah satu olahraga terpopuler di dunia, sepak bola tak hanya sebagai hiburan tetapi juga menjadi medium bagi aspek lainnya seperti membangun kesehatan mental dan karakter.
Hal itulah yang ingin dibangun dari Liga Universitas bertajuk Uni League 2026 yang digelar di Jakarta dan Bandung mulai 18 April-17 Agustus 2026.
Penyelenggaraan Uni League 2026, Liga Universitas yang didukung Coca-Cola, merupakan kolaborasi besar antara pemerintah, dunia pendidikan, organisasi internasional, dan sektor swasta dalam mendorong penguatan kesehatan mental generasi muda melalui olahraga.
Menariknya, sepak mula atau kick off dari Uni League 2026 ini ditandai dengan seminar bertajuk Play for Peace yang digelar di Gedung IASTH Lantai 5, Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta, Selasa (14/4/2026).
Seminar Play for Peace mengangkat tema besar football for mental health, menegaskan sepak bola tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana membangun ketahanan mental, empati, dan karakter generasi muda.
Head of UN Youth Office & Assistant Secretary-General for Youth Affairs, Felipe Paullier, menyampaikan pihaknya mendukung penuh inisiatif ini sebagai bagian dari upaya global dalam memperhatikan kesehatan mental anak muda.
“UN Youth sangat mendukung rangkaian seminar Play for Peace menuju liga ini. Sangat penting membahas bagaimana kita mengatasi kesehatan mental dalam kehidupan anak muda, termasuk menghadapi tekanan," ujar Felipe Paullier kepada awak media di Jakarta, Selasa (14/4/2026).
"Sepak bola memiliki peran spesial dalam membantu mental health generasi muda. Lewat Liga Universitas, kita ingin menghadirkan kedamaian dalam hati. One game, one world," tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua PSSI, Ratu Tisha Destria, menyebut Uni League 2026 merupakan bagian dari pembinaan di level universitas yang menitikberatkan pada pembangunan manusia secara menyeluruh.
“Kita mulai dengan tema global mental health. Jadi bukan hanya soal prestasi, tetapi pembangunan manusia terlebih dulu. Mahasiswa tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga penggerak perubahan,” kata Tisha.
Dengan mengusung semangat Play for Peace, kompetisi ini diharapkan tak hanya melahirkan talenta sepak bola potensial, tetapi juga generasi muda yang kuat secara mental, matang secara emosional, serta mampu membawa nilai-nilai perdamaian dalam kehidupan sehari-hari.
Dukungan 3 Kementerian
Tak hanya dari PSSI, dukungan besar juga hadir dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, yang menilai sepak bola sebagai ruang pembelajaran kehidupan yang utuh.
“Sepak bola adalah tempat kita belajar tentang perjuangan tanpa henti, kerja sama, hingga bangkit dari kekalahan. Dari sana kita juga belajar mengelola tekanan, termasuk menjaga kesehatan mental,” ucap Erick.
Lebih lanjut, Erick juga menilai Uni League 2026 menjadi langkah maju dalam membangun ekosistem olahraga sehat dan kolaboratif, terlebih dengan dukungan dari komunitas global.
“Melalui semangat play for peace dan football for mental health, olahraga menjadi medium untuk membangun empati, memperkuat karakter, serta saling menguatkan di tengah dinamika kehidupan generasi muda,” tutur dia.
Di sisi lain, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisainstek), Prof. Brian Yuliarto, menegaskan pentingnya peran kampus sebagai ruang pembentukan karakter mahasiswa.
“Kampus tidak hanya menjadi tempat mengejar prestasi akademik, tetapi harus menjadi ruang membangun kepemimpinan, kerja sama, dan semangat kebersamaan. Play for Peace dan Uni League merupakan bagian penting dari pembangunan ekosistem kampus,” ujarnya.
Dari perspektif diplomasi, Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI, R. Heru Hartanto Subolo, menilai Uni League sebagai platform strategis yang menghubungkan peran pemuda dengan upaya perdamaian global.
“Ini merupakan platform strategis, tidak hanya menghubungkan kebijakan dan praktik, tetapi juga memperkuat peran pemuda dalam perdamaian. Melalui olahraga, kegiatan ini menjadi ruang bagi mereka untuk melihat dunia dari perspektif yang berbeda,” ujar Heru.
Dari sektor swasta, Senior Director of Public Affairs, Communications, and Sustainability PT Coca-Cola Indonesia, Triyono Prijosoesilo, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan generasi muda melalui sepak bola.
“Sepak bola bagian penting dari kehidupan anak muda Indonesia. Kami melihat ini sebagai platform yang sangat relevan untuk membangun karakter bangsa, mulai dari ketahanan, fokus, hingga kemampuan bangkit dari kegagalan,” kata Triyono.
Digelar di 2 Regional
Kompetisi Uni League, atau Liga Universitas Coca-Cola 2026 akan melibatkan 15 universitas dengan total 98 pertandingan yang digelar di dua regional, yakni Jakarta dan Bandung, mulai 18 April hingga 17 Agustus 2026, perinciannya delapan tim di regional Jakarta serta tujuh tim untuk regional Bandung.
Regional Jakarta akan diselenggarakan di Stadion Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) dan Universitas Indonesia (UI).
Sementara, untuk regional Bandung digelar di Stadion Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Stadion Institut Teknologi Bandung (ITB) Jatinangor.
Daftar Tim Peserta
Regional Jakarta (Stadion Universitas Indonesia dan Stadion UMJ)
- Universitas Muhammadiyah Jakarta
- Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
- Universitas Indonesia
- Universitas Pakuan Bogor
- Universitas Kristen Indonesia
- Universitas Negeri Jakarta
- Universitas Borobudur
- Universitas Darma Persada
Regional Bandung (Stadion UPI dan Stadion ITB Jatinangor)
- Institut Teknologi Bandung
- UIN SSC
- Universitas Padjajaran
- STKIP Pasundan
- UIN Sunan Gunung Djati
- Universitas Pendidikan Indonesia
- Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon