Dampak Konflik Iran-AS, Pistachio Langka dan Harga Kian Mahal
Kacang pistachio merupakan salah satu bahan dasar dari isian kudapan chocolate dubai yang viral sejak beberapa tahun terakhir. Kepopulerannya yang mendunia, membuat kacang ini mulai dikenal masyarakat luas.
Kini, perang antara Amerika Serikat dan Iran membuat kacang pistachio menjadi langka. Bahkan kenaikan harga kacang pistachio masuk dalam level tertinggi dalam delapan tahun terakhir.
Iran merupakan produsen pistachio terbesar kedua di dunia tentu mengalami dampak besar yang nyata. Konflik tersebut mempersempit pasokan pistachio di pasar yang sudah terbatas pada saat selera konsumen meningkat.
Analisis pasar kacang di Expana Markets, Nick Moss menjelaskan bahwa perdagangan pistachio sudah semakin sulit sebab adanya masalah geopolitik sebelum perang.
Pecahnya perang semakin memperburuk keadaan dimana pasukan pistachio yang semakin sulit dikirim ke pasar global.
Kelangkaan pistachio akibat tren dubai chocolate
Sebelumnya, pistachio juga sempat mengalami kelangkaan akibat lonjakan peminat di berbagai dunia akibat tren cokelat dubai.
Tren ini bermula dari video singkat di TikTok yang menampilkan cokelat mewah dengan isian krim pistachio berwarna hijau. Video yang diunggah pada 2023 tersebut berhasil ditonton lebih dari 120 juta kali.
Dalam waktu satu tahun, harga pistachio melonjak secara signifikan dari 7,65 dollar Amerika Serikat menjadi 10,30 dollar Amerika Serikat per pon.
Sementara itu, produsen Iran justru meningkatkan ekspor pistachio ke Uni Emirat Arab hingga 40 persen dibandingkan periode sebelumnya selama satu tahun. Hal ini juga jadi penyebab kelangkaan kacang pistachio saat itu.
Tidak hanya itu, buruknya hasil panen pistachio di AS juga mempengaruhi sulitnya mendapatkan pistachio.
Hasil panen yang lebih dengan kualitas lebih tinggi membuat penjualan pistachio dikirim dalam bentuk utuh alias dalam cangkangnya.
Sebaliknya, biji pistachio yang murah tanpa cangkang mulai sedikit jumlahnya. Saat tren cokelat dubai membludak, biji pistachio yang dijadikan bahan baku untuk cokelat dan makanan lainnya menjadi langka.
Harga pistachio melonjak akibat perang Iran dan US
Nick Moss kembali menambahkan, akibat perang Timur Tengah yang terjadi saat, Iran yang sebagai produsen kacang pistachio mulai menghadapi hambatan sebab sebagai produsen utama, pusat transit dan tujuan ekspor transaksi penjualan pistachio mulai dibatasi.
Menurut data Expana, yang dikutip Kompas dari Bloomberg, Selasa (14/4/2026) pada awal tahun 2018 harga pistachio berada pada kisaran 4,57 dollar Amerika Serikat per pon. Selanjutnya, harga pistachio mulai mengalami penurunan harga pada tahun 2019 hingga 2021 sekitar 3,2 dollar Amerika Serikat per pon.
Selanjutnya, harga mulai mengalami kenaikan tajam pada 2025 hingga 2026 yang membuat harga kembali dalam kisaran 4,0 dollar Amerika Serikat per pon.
Kenaikan ini menjadi harga tertinggi dalam penjualan pistachio selama delapan tahun terakhir.
Sejumlah brand makanan besar seperti Haagen-Daz, Tache, Starbucks banyak bergantung dengan pistachio sebab bahan ini digunakan untuk pembuatan es krim,susu dan kopi yang mereka buat.
Perang tersebut juga membuat perusahaan Crown Point Ltd, sebuah perusahaan kacang-kacangan dan polong-polongan yang berbasis di Amerika Serikat terpaksa membatalkan pemesanan dan pelayaran untuk dikirimkan ke Timur Tengah.
Konflik ini juga berpengaruh pada pengiriman pistachio di berbagai negara seperti India yang selalu mengimpor sekitar 9 miliar dollar Amerika Serikat per tahun.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang