Momen Rafael Leao Sempat Tinggalkan Lapangan, Berujung Disoraki Penonton
Insiden unik sekaligus memilukan menimpa bintang AC Milan, Rafael Leao, dalam lanjutan Liga Italia (Serie A) 2025-2026.
Rafael Leao sempat meninggalkan arena pertandingan lebih awal karena sebuah kesalahpahaman yang tidak disengaja saat timnya menjamu Udinese di Stadion San Siro.
Kejadian bermula pada menit ke-66 ketika Rafael Leao melihat angka 10 menyala di papan elektronik pergantian pemain di pinggir lapangan.
Mengira nomor punggungnya yang dipanggil, ia langsung berjalan keluar, menurunkan kaus kaki, bahkan sempat melepas pelindung tulang keringnya (deker).
Namun, Leao segera menyadari bahwa pergantian tersebut sebenarnya ditujukan untuk pemain nomor 10 milik tim lawan, Nicolo Zaniolo, yang ditarik keluar oleh sang pelatih.
Meski sempat kembali ke dalam lapangan setelah menyadari kekeliruannya, nasib sial seolah tidak beranjak dari sang pemain.
Sekitar sepuluh menit berselang, ia benar-benar diganti oleh Ruben Loftus-Cheek.
Saat berjalan menuju bangku cadangan, suara siulan dan sorakan ejekan menggema dari pendukung tuan rumah di San Siro.
Melansir dari Football Italia, itu adalah bentuk protes atas performa Leao yang dinilai kurang maksimal pada laga Liga Italia 2025-2026 pekan ini.
Dalam laga yang berakhir dengan kekalahan telak 0-3 bagi Milan tersebut, Leao sejatinya mendapatkan pengawalan moral dari sang pelatih, Massimiliano Allegri.
Juru taktik kawakan itu tampak memeluk erat dan memberikan tepuk tangan kepada sang pemain sayap saat ia ditarik keluar guna memberikan penghiburan di tengah tekanan mental dari tribun penonton.
Pembelaan dari Rekan Setim
Kekalahan memalukan di kandang sendiri memicu reaksi jujur dari para penggawa Rossoneri.
Gelandang Samuele Ricci mengakui bahwa kekecewaan para pendukung merupakan hal yang wajar mengingat hasil di lapangan.
Nicolo Zaniolo (kanan) dibayangi Davide Bartesaghi (kiri) dalam pertandingan sepak bola Serie A Liga Italia antara AC Milan vs Udinese di Stadion San Siro di Milan pada 11 April 2026. (Foto oleh MARCO BERTORELLO / AFP)
“Itu kekalahan yang buruk, malam yang ingin dilupakan,” katanya, seperti dilansir Milan News.
“Kami tidak bermain buruk, tetapi kebobolan tiga gol di kandang sendiri pada malam di mana kami bisa mengirimkan sinyal bukanlah hal yang cukup baik. Satu-satunya yang harus dilakukan sekarang adalah tetap bersatu,” ujar Samuele Ricci.
Di sisi lain, Adrien Rabiot memberikan pembelaan khusus terkait perlakuan fans terhadap Leao.
Meski mengakui tim kehilangan organisasi permainan, ia sangat menyayangkan adanya cemoohan tersebut.
“Kita semua pernah melakukan kesalahan, termasuk saya sendiri. Yang membuat saya kecewa adalah siulan-siulan terhadap Leao,” kata Rabiot.
“Menurut saya, kita perlu membantunya, mendukungnya, dan ini tidak membantunya. Kita semua bersama-sama sampai akhir. Agak tidak menyenangkan melihatnya,” pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang