Pengakuan Jujur Fabregas usai Bawa Como ke Semifinal Coppa Italia Setelah 40 Tahun
Como 1907 memastikan langkah ke semifinal Coppa Italia 2025/2026 setelah menyingkirkan Napoli melalui drama adu penalti dengan skor 7-6 pada laga perempat final di Stadion Diego Armando Maradona, Selasa 10 Februari 2026 atau Rabu dini hari WIB.
Tim asuhan Cesc Fabregas lolos setelah bermain imbang 1-1 selama 90 menit, sebelum menang dalam babak tos-tosan yang ditentukan ketenangan para algojo.
Keberhasilan ini sekaligus mengantar Como mengulang pencapaian bersejarah, yakni menembus semifinal Coppa Italia untuk pertama kalinya dalam 40 tahun terakhir. Pada babak empat besar, Como telah ditunggu raksasa Italia, Inter Milan.
Como lebih dulu membuka keunggulan pada menit ke-39 melalui eksekusi penalti Martin Baturina. Gol tersebut lahir setelah pelanggaran di kotak terlarang yang berbuah hadiah tendangan 12 pas bagi tim tamu.
Napoli merespons cepat pada awal babak kedua. Antonio Vergara mencetak gol penyeimbang pada menit ke-46 setelah memanfaatkan peluang di dalam kotak penalti, membuat pertandingan kembali terbuka.
Kiper Como, Jean Butez selebrasi usai timnya melaju ke semifinal Copa Italia
Pelatih Como, Cesc Fabregas, menilai timnya sempat kehilangan ritme selepas babak pertama. Ia juga menjelaskan pendekatan taktik yang dipilih, termasuk keputusan menurunkan garis pertahanan lebih dalam pada fase akhir laga.
“Babak pertama cukup bagus, lalu setelah itu ada sesuatu yang hilang. Sejak menit pertama kami menyerang ruang dan mengirim pesan kuat,” ujar Fabregas, dikutip dari Tuttomercatoweb.
Fabregas menambahkan bahwa timnya tidak menerapkan pressing tinggi dan memilih menutup pertandingan dengan pendekatan berbeda, termasuk memasang lima pemain di lini belakang pada fase akhir.
Mentalitas pemain Como kemudian menjadi pembeda pada babak adu penalti. Dari delapan penendang, hanya Máximo Perrone yang gagal menjalankan tugasnya. Sebaliknya, dua eksekutor Napoli, Romelu Lukaku dan Stanislav Lobotka, tidak mampu menaklukkan kiper Como.
Fabregas mengungkapkan pesan yang ia sampaikan kepada pemain sebelum adu penalti menjadi suntikan kepercayaan diri.
“Saya bilang banyak orang tidak pernah merasakan momen seperti ini, jadi penting untuk percaya. Nikmati menit-menit ini,” kata pelatih asal Spanyol tersebut.
Ia juga mengapresiasi perjuangan para pemainnya yang dinilai mampu mengatasi tekanan di laga besar.
“Saya berterima kasih kepada mereka atas semua yang mereka berikan setiap hari. Kami harus terus seperti ini, belum ada yang selesai,” ujarnya.
Meski meraih kemenangan bersejarah, Fabregas meminta timnya tidak larut dalam euforia. Ia menegaskan fokus harus segera dialihkan ke pertandingan liga berikutnya melawan Fiorentina.
“Ini tonggak bersejarah, momen indah dan positif. Tapi kami harus kembali menapak bumi karena masih ada pertandingan berikutnya,” kata Fabregas.