Kata Cesc Fabregas Usai Como Vs Genoa 1-1, Tak Setuju dengan Vieira

cesc fabregas, Serie A, Patrick Vieira, Hasil Liga Italia, Nico Paz, Como vs Genoa, Kata Cesc Fabregas Usai Como Vs Genoa 1-1, Tak Setuju dengan Vieira

Hasil Liga Italia Como vs Genoa tuntas 1-1. Pelatih Como, Cesc Fabregas tak setuju dengan eks rekan setimnya di Arsenal, Patrick Vieira, yang kini membesut Genoa.

Stadion Giuseppe Sinigaglia memuat momen reuni Cesc Fabregas dan Patrick Vieira dalam laga pekan ketiga Liga Italia 2025-2026 antara Como vs Genoa, Senin (15/9/2025) atau Selasa dini hari WIB.

Ya, Cesc Fabregas dan Patrick Vieira pernah berbagi ruang ganti semasa masih sama-sama bermain di Arsenal.

Fabregas serta Vieira merupakan bagian dari tim Arsenal yang menjuarai Piala FA 2004-2025 dan mencapai final Liga Champions 2006.

Kala itu, Fabregas masih berusia belasan dan Vieira muncul sebagai mentornya di lini tengah The Gunners.

Kini, kedua legenda Arsenal tersebut beradu taktik di panggung Liga Italia dalam duel Como vs Genoa. Fabregas tak sepakat dengan Vieira.

Fabregas menyiratkan bahwa Como layak meraih hasil yang lebih baik ketika menjamu Genoa di Giuseppe Sinigaglia.

Hasil Como vs Genoa 1-1. Tim tuan rumah sempat unggul via gol brilian Nico Paz (13') di babak pertama.

Namun, Genoa asuhan Patrick Vieira menyeimbangkan skor di pengujung laga via torehan Caleb Ekuban (90+2').

"Inilah indahnya sepak bola. Saya mendengar Vieira mengatakan bahwa Como lebih bahagia dengan hasil ini."

"Kemudian, fisik kami menurun, para pemain masih sangat muda dan kami sangat menuntut, tetapi beberapa masih kesulitan selama 90 menit."

"Pada akhirnya, ada tim lain yang bermain, yang bangga. Kemudian kita bisa membicarakan episode terakhir dan Sergi Roberto sebagai bek sayap, dengan sedikit kekacauan di lapangan, tetapi kami harus tahu bagaimana mengelola emosi."

"Saya fanatik tentang hal ini, tetapi pengalaman bermain akan membuat para pemain akan bermain lebih baik suatu hari nanti," ujar Fabregas menyikapi hasil seri, dilansir dari Tuttomercatoweb.

Como Tutup Laga dengan 10 Pemain

Como harus mengakhiri pertandingan dengan 10 pemain usai sang bek belia, Jacobo Ramon (20 tahun), terkena kartu merah pada menit ke-88.

"Mereka akan mengelolanya dengan lebih baik. Saya tahu, saya sudah mengatakannya, tetapi dengan pemain berusia 20 dan 21 tahun, mereka bisa membuat kesalahan."

"Apakah itu merugikan Anda sebagai pelatih? Ya, tetapi di masa depan, para pemain akan sangat kuat. Dan tim ini akan menjadi sangat kuat," ucap Fabregas lagi.

Fabregas merasa timnya memegang kontrol laga, sehingga pantas mereguk tiga angka.

"Tidak. Saya lebih suka tidak mengatakan apa-apa," tutur Fabregas mengomentari hasil akhir.

"Dari sudut pandang saya, mereka menciptakan dua peluang, tetapi kami mendominasi pertandingan."

"Mereka lebih banyak menguasai bola di menit-menit akhir, tapi itu karena kami kelelahan. Kami gagal memanfaatkan situasi untuk mencuri bola," kata pelatih asal Spanyol itu.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.