Penjelasan Fabregas soal Ketegangan dengan Mancini Usai Roma Vs Como
Pelatih Como, Cesc Fabregas, memberikan penjelaskan tentang momen tegang dirinya dengan bek AS Roma, Gianluca Mancini.
Pertandingan pekan ke-15 Liga Italia 2025-2026 AS Roma vs Como di Stadion Olimpico, Senin (15/12/2025) atau Selasa dini hari WIB, berujung dengan skor 1-0.
AS Roma muncul sebagai pemenang berkat gol semata wayang Wesley Franca pada menit ke-61.
Usai laga, ketegangan sempat terjadi di lapangan, melibatkan bek AS Roma, Gianluca Mancini dengan pilar Como, Jacobo Ramon.
Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas, juga terlibat dalam momen intens tersebut.
Pada menit-menit akhir laga, diketahui Mancini sempat mendorong bahu Jacobo Ramon.
Keduanya lalu terlibat adu argumen yang memanjang sampai wasit meniup peluit tanda pertandingan berakhir.
"Pertandingannya bagus, dengan dua tim yang sama-sama ingin menyerang dan bertahan. Salah satu laga terbaik yang pernah saya rasakan dari luar lapangan," tutur Fabregas mengomentari jalannya pertandingan Roma vs Como, dilansir dari Tuttomercatoweb.
Fabregas lalu mencoba menjelaskan duduk permasalahan dengan Gianluca Mancini.
"Dengan Mancini tidak terjadi apa-apa, hanya obrolan, saya menyampaikan pendapat saya tentang apa yang terjadi dengan Ramon, saya melihat semuanya, tentu dengan penuh rasa hormat."
"Para pemain ini memandang lawan sebagai pemain-pemain penting. Kecerdikan itu boleh saja, tetapi tadi itu murni momen emosional. Kami pulang tanpa poin dan kami akan berkembang,” ucap Fabregas.
Manu Kone (kiri) berduel dengan Maxence Caqueret dalam pertandingan sepak bola Serie A Liga Italia antara AS Roma vs Como di Stadion Olimpiade di Roma pada 15 Desember 2025. (Foto oleh Filippo MONTEFORTE / AFP)
Mancini Mengaku Dicekik Ramon
Di sisi lain, Gianluca Mancini, mengaku naik pitam setelah Jacobo Ramon bereaksi secara agresif.
“Terjadi benturan dengan Ramon, itu hal biasa, tapi dia bangkit dan mencekik leher saya,” ucap Mancini dikutip dari Football Italia.
“Saat saya berusia 20 tahun seperti dia, saya jauh lebih menghormati pemain yang lebih tua, kalau tidak, saya pasti sudah ditampar di terowongan."
"Saya menyuruh Ramon untuk tenang, tapi dia terus melanjutkan. Adrenalin bisa memicu hal semacam ini, tapi itu semua sudah berlalu," ucap eks bek Atalanta tersebut.
“Dengan pelatih (Fabregas), kami sudah menyelesaikan masalah ini dan itu saja,” kata Mancini.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang