Tol hingga Jalur Selatan Diserbu Pemudik, Cek 10 Rute Terpadat di Jabar Tahun Ini
Dinas Perhubungan (Dishub) merilis daftar jalur mudik dengan tingkat kepadatan tertinggi di wilayah Jawa Barat selama musim Angkutan Lebaran 2026.
Pemetaan ini dilakukan berdasarkan analisis volume kendaraan yang diprediksi melintas di sejumlah ruas jalan utama.
Berdasarkan data Dishub, sebanyak 14,18 juta kendaraan diperkirakan melintas di ruas Tol Trans Jawa yang meliputi Jakarta–Cikampek (Japek), Cipali, hingga Palikanci.
Angka ini menjadikan jalur tol tersebut sebagai rute paling padat di Jawa Barat selama musim mudik tahun ini.
Di sisi lain, jalur arteri Bandung–Nagreg–Tasikmalaya–Banjar masih menjadi pilihan utama pemudik, khususnya di wilayah Priangan Timur, dengan estimasi volume kendaraan mencapai 2,90 juta.
Sementara itu, keberadaan Tol Cisumdawu mulai memengaruhi pola perjalanan pemudik. Jalan tol yang menghubungkan Bandung dengan Cirebon ini diperkirakan akan dilalui sekitar 0,90 juta kendaraan karena dinilai mampu mempersingkat waktu tempuh.
Apa saja 10 jalur mudik terpadat di Jawa Barat?
Berikut daftar 10 jalur mudik Lebaran 2026 dengan volume kendaraan tertinggi di Jawa Barat:
- Tol Trans Jawa (Japek – Cipali – Palikanci): 14,18 juta kendaraan
- Bandung – Cileunyi – Nagreg – Limbangan – Malangbong – Tasikmalaya – Ciamis – Banjar: 2,90 juta kendaraan
- Tol Cikampek – Cipularang – Padaleunyi: 1,96 juta kendaraan
- Bandung – Cileunyi – Nagreg – Kadungora – Leles – Garut – Singaparna – Tasik – Ciamis – Banjar: 1,92 juta kendaraan
- Jalur Pantura (Bekasi – Karawang – Purwakarta – Subang – Indramayu – Cirebon): 1,29 juta kendaraan
- Bandung – Cileunyi – Jatinangor – Sumedang – Majalengka – Cirebon: 0,96 juta kendaraan
- Tol Cisumdawu (Cileunyi – Sumedang – Dawuan): 0,90 juta kendaraan
- Jalur Selatan (Cisolok – Bagbagan – Surade – Argasinta – Sindangbarang – Rancabuaya – Pameungpeuk – Ciap): 0,67 juta kendaraan
- Bekasi – Karawang – Purwakarta – Padalarang – Bandung: 0,55 juta kendaraan
- Gadog – Puncak – Cianjur – Padalarang – Bandung: 0,23 juta kendaraan.
Mengapa jalur alternatif penting saat mudik?
Selain jalur utama, pemerintah juga menyiapkan sejumlah jalur alternatif untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan.
Kehadiran jalur ini diharapkan dapat membantu pemudik menghindari kemacetan, terutama di titik-titik rawan seperti Simpang Jomin, Nagreg, dan kawasan Pantura.
Secara umum, terdapat tiga kategori jalur alternatif yang disiapkan, yakni jalur utara, jalur tengah, dan jalur selatan.
Untuk mengurangi beban di jalur Pantura, beberapa rute alternatif disiapkan, antara lain:
- Sukamandi – Kalijati (Subang) 22 km
- Pamanukan – Subang 31 km
- Haurgeulis – Patrol (Indramayu) 19 km
- Cikamurang – Jangga (Indramayu) 35 km
- Budur – Tegalgubug – Jagapura – Mundu (Cirebon) 32 km
- Kadipaten – Jatitujuh – Jatibarang 40,7 km
- Cirebon – Sumber – Rajagaluh – Majalengka 32 km.
Jalur tengah sering dimanfaatkan saat ruas Sumedang atau Kadipaten mengalami kepadatan. Beberapa rute yang bisa dipilih antara lain:
- Subang – Lembang – Bandung 41 km
- Sumedang – Jalancagak – Wanayasa – Purwakarta 85 km
- Talaga – Bantarujeg – Wado – Sumedang 79 km
- Kuningan – Cikijing – Majalengka – Kadipaten 45 km
Jalur Lintas Selatan (JLS) atau Pansela menjadi alternatif penting untuk menghindari kemacetan di Nagreg.
Jalur ini berada di pesisir selatan Jawa Barat dan menawarkan rute yang relatif lebih lengang. Beberapa ruas yang dapat digunakan di antaranya:
- Garut – Bayuresmi – Leuwigoong – Kadungora – Cijapati – Majalaya – Bandung 78 km
- Sasak Busi – Cibatu – Leles 19 km
- Banjar – Manonjaya – Tasikmalaya 44 km
- Malangbong – Wado 15 km
- Parakan Muncang – Warung Simpang 9 km
Dengan adanya pemetaan jalur padat serta alternatif ini, pemudik diharapkan dapat merencanakan perjalanan dengan lebih baik.
Pengendara juga diimbau untuk memantau kondisi lalu lintas secara berkala serta memilih rute yang paling sesuai guna menghindari kepadatan selama arus mudik Lebaran 2026.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul 10 Jalur Mudik Lebaran 2026 dengan Kendaraan Terbanyak di Jawa Barat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang