Nio Firefly Setir Kanan Meluncur, Calon Rival Honda Super One
Mobil listrik buatan Tiongkok, Nio Firefly versi setir kanan resmi diluncurkan di Thailand. Model berukuran kompak ini memang menyasar konsumen di negara-negara Asia Tenggara.
Perlu diketahui, Nio Firefly juga sebelumnya sudah terdaftar di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).
Di Thailand, Nio Firefly ditawarkan dengan banderol 799.000 Baht atau sekitar Rp 410 jutaan apabila dikonversi ke kurs rupiah.
Nio Firefly bakal jadi opsi menarik buat konsumen yang ingin menggunakan mobil listrik berukuran kompak.

Dari segi dimensi, Nio Firefly punya ukuran panjang 4.003 mm, lebar 1.781 mm, tinggi 1.557 mm dan jarak sumbu roda 2.615 mm.
Ini tidak jauh berbeda dari mobil listrik kompak lain yang sudah dipasarkan di Indonesia seperti BYD Atto 1, berukuran 3.925 mm x 1.720 mm x 1.590 mm.
Bicara soal spesifikasi teknis, Nio Firefly di Thailand dibekali motor elektrik yang dapat menghasilkan tenaga 105 kW atau setara 141 hp dan torsi puncak 200 Nm.
Tenaga tersebut disalurkan ke roda depan. Akselerasi dari 0-100 kilometer per jam dapat dicapai dalam waktu 8,1 detik, sedangkan kecepatan maksimumnya 150 kilometer per jam.
Sementara baterai yang digunakan merupakan LFP berkapasitas 42,1 kWh. Dalam sekali pengisian daya, Nio Firefly diklaim dapat menempuh jarak sampai 330 kilometer (WLTP).
Fitur keselamatan disematkan mencakup sistem ADAS level dua. Di dalamnya ada Automatic Parking Assist, Adaptive Cruise Control with Distance Keeping sampai Highway Lane Change Assist.

Segera Hadir di RI
Di segmen ini, masih ada model lain yang diyakini siap meramaikan sepanjang 2026. Selain Nio Firefly ada Honda Super One.
Sinyal kehadiran Nio di pasar otomotif Indonesia sebelumnya sudah diungkap oleh Duta Besar RI untuk Cina dan Mongolia tahun lalu.
“Nio adalah merek EV kedua terbesar (di Cina). Sedang dalam proses bisnis masuk Indonesia,” kata Djauhari Oratmangun, Dubes RI untuk Cina dan Mongolia di sela diskusi Kagama Leader Forum 2025.