Pesan Perpisahan Emosional Carolina Marin Usai Putuskan Gantung Raket

Carolina Marin, Spanyol, Olimpiade, bulu tangkis, All England, Olimpiade Paris 2024, Pesan Perpisahan Emosional Carolina Marin Usai Putuskan Gantung Raket

Kabar mengejutkan datang dari mantan tunggal putri nomor satu dunia, Carolina Marin. Dia memutuskan gantung raket alias pensiun dari turnamen bulu tangkis profesional. 

Hal ini diketahui setelah kemunculan video singkat berupa pesan perpisahan Carolina Marin yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Kamis (26/3/2026). 

Tadinya, Carolina Marin yang sedang menjalani proses pemulihan cedera sempat berharap bisa tampil di Kejuaraan Eropa 2026. Ajang ini digelar di kota kelahirannya, Huelva, Spanyol, pada 7-12 April mendatang. 

Peraih medali emas Olimpiade Rio 2016 tersebut ingin menjadikan Kejuaraan Eropa 2026 sebagai penutup kariernya bertepatan dengan penyelenggaraan turnamen di Huelva. 

Namun, kondisi terbaru rupanya membuat Carolina Marin membatalkan keinginannya. Legenda hidup bertangan kidal itu lantas mengucapkan salam perpisahan di media sosial. 

"Hari ini saya ingin menyampaikan sebuah pesan secara langsung. Perjalanan saya di dunia bulu tangkis profesional telah berakhir, sehingga saya tidak akan tampil pada Kejuaraan Eropa di Huelva," ujar Carolina Marin.

"Saya sebenarnya ingin kembali ke lapangan untuk terakhir kalinya, tetapi tidak ingin mempertaruhkan kondisi kesehatan demi hal tersebut." 

*Saya berharap karier saya berakhir dengan cara yang berbeda, tetapi dalam kehidupan, tidak semua berjalan sesuai keinginan dan kita harus menerimanya," jelas atlet berusia 32 tahun itu

Sepanjang kariernya, Carolina Marin banyak menorehkan rekor membanggakan. Spanyol sejatinya bukan negara yang punya tradisi di bulu tangkis, sehingga kesuksesan ini ibarat sebuah anomali. 

Prestasi Fenomenal Carolina Marin

Carolina Marin menorehkan prestasi mengilap sepanjang berkarier di jagat bulu tangkis. Dia memegang rekor tujuh kali menjuarai Kejuaraan Eropa (2014, 2016, 2017, 2018, 2021, 2022, 2024).

Selain itu, Carolina Marin juga menjadi tunggal putri asal Eropa pertama yang mampu tiga kali menjuarai Kejuaraan Dunia pada 2014, 2015, dan 2018.

Belum termasuk gelar bergengsi seperti dua kali juara All England (2015, 2024) dan China Open (2018, 2019). Puncaknya adalah saat Carolina Marin merengkuh medali emas Olimpiade Rio 2016. 

Dia mempersembahkan medali emas untuk Spanyol setelah mengalahkan salah satu rival abadinya, Pusarla Sidhu, di final dengan skor ketat 19-21, 21-12, 21-15.

Berkutat dengan Cedera ACL

Sepanjang kariernya, Carolina Marin tercatat tiga kali mengalami cedera ACL. Pertama di lutut kanan pada 2019, lalu kedua di lutut kirinya pada 2021.

Usai pulih dari cedera kedua, Carolina Marin sempat comeback ke papan atas tunggal putri dunia menjelang Olimpiade Paris 2024. Dia bahkan berpeluang meraih medali emas kedua di sana. 

Carolina Marin, Spanyol, Olimpiade, bulu tangkis, All England, Olimpiade Paris 2024, Pesan Perpisahan Emosional Carolina Marin Usai Putuskan Gantung Raket

Carolina Marin dari Spanyol bereaksi setelah menderita cedera pada laga semifinal tunggal putri bulu tangkis Olimpiade Paris 2024 melawan He Bingjiao (China) di Paris, Perancis, pada 4 Agustus 2024.

Sayang, takdir berkata lain. Carolina terpaksa mundur di tengah pertandingan semifinal saat menghadapi He Bing Jiao asal China. Terasa pahit lantaran posisinya sedang unggul. 

Cedera ACL ketiga membuyarkan mimpinya meraih medali di Olimpiade Paris 2024. Tangis Carolina pecah ketika meninggalkan lapangan dengan kondisi pincang menahan sakit di lutut kanannya. 

Dari situlah Carolina tidak pernah lagi terlihat bertanding di lapangan sampai akhirnya muncul pesan perpisahan diikuti keputusan gantung raket. 

"Gadis kecil yang dulu menemukan bulu tangkis dan bermimpi memenangkan segalanya, kini telah merasa bahagia dan akan kembali ke rumah. Babak baru dalam hidup saya dimulai," ujar Carolina Marin. 

"Saya akan berupaya membalas semua dukungan yang telah saya terima, sekaligus terus menjunjung tinggi nilai-nilai olahraga di atas segalanya. Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan luar biasa ini," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang