Wajah Anti-Kusam Saat Lebaran, Pilih Mineral atau Chemical Sunscreen?
Momen Lebaran biasanya diisi dengan agenda silaturahmi ke rumah kerabat. Namun, perjalanan di tengah cuaca panas yang terik sering kali membuat kulit terasa terbakar dan kusam jika tidak terlindungi dengan baik.
Oleh karena itu, penggunaan sunscreen menjadi tahapan paling krusial dalam rutinitas perawatan kulit agar wajah tetap segar dan tidak kusam saat bertemu sanak saudara. Saat ini, jenis sunscreen pun semakin beragam, seperti mineral sunscreen dan chemical sunscreen.
Meski sama-sama tabir surya, apa yang membedakan keduanya?
Perbedaan mineral dan chemical sunscreen
Apa itu mineral sunscreen?
Mineral sunscreen, sering disebut physical sunscreen, adalah jenis sunscreen yang menggunakan filter ultraviolet yang berada di atas kulit.
"Mineral sunscreen secara efektif menghalangi sinar agar tidak menembus permukaan kulit. Penyaring mineral yang paling umum adalah titanium dioxide dan zinc oxide," kata dokter spesialis kulit Corey L. Hartman, MD, dikutip dari Byrdie, Minggu (22/3/2026).
Varian mineral sunscreen pada umumnya lebih disarankan bagi mereka yang memiliki kulit sensitif atau mudah berjerawat, tetapi formulasinya kerap kali terasa lebih kental dan berisiko menyisakan residu putih pada pemilik warna kulit yang lebih gelap.
Sunscreen matte finish.
Kelebihan menggunakan mineral sunscreen
Aman untuk kulit sensitif
Komponen aktif dalam formula mineral sunscren secara umum sangat mudah ditoleransi oleh jenis kulit yang rentan iritasi.
Pas untuk kulit rentan berjerawat
Formulasi mineral sunscreen juga memiliki kecenderungan untuk tidak menyumbat pori-pori dan tidak memicu peradangan pada mereka yang kulitnya mudah berjerawat.
Ditambah lagi, apabila zinc oxide menjadi bahan utamanya, produk ini bahkan berpotensi membantu memulihkan jerawatmu.
Lebih ampuh melindungi dari sinar matahari
Lantaran formula mineral sunscreen menghadirkan tameng fisik yang menahan paparan sinar matahari agar tidak menembus kulit, sejumlah dokter kulit menilainya lebih tangguh ketimbang chemical sunscreen Meski demikian, penelitian lebih mendalam masih diperlukan untuk memvalidasi pandangan ini.
Apa yang perlu diwaspadai dari mineral sunscreen
Tekstur
Mineral sunscreen sering kali dikaitkan dengan konsistensi yang tebal dan lengket, sehingga tidak selalu nyaman ketika digunakan, terlebih lagi jika ditimpa makeup.
Meninggalkan residu putih
Sunscreen ini sangat dikenal sering meninggalkan jejak keputihan pada kulit, khususnya bagi individu dengan warna kulit yang lebih gelap.
Namun, dokter spesialis kulit Hadley King, MD menuturkan, formulasi masa kini menyuguhkan berbagai alternatif. Banyak mineral sunscreen yang kini dilengkapi dengan rona merah muda samar untuk menetralisir efek residu putih tersebut.
Apa itu chemical sunscreen?
Chemical sunscreen cenderung berbobot lebih ringan, lebih menyatu dengan kulit, bahkan ada yang sepenuhnya tembus pandang, dan pada umumnya lebih digemari.
Ilustrasi sunscreen untuk perjalanan jauh
Walau begitu, produk ini juga bisa memicu iritasi pada mereka yang berkulit sensitif dan memiliki kemungkinan membawa dampak buruk bagi lingkungan sekitar.
"Chemical sunscreen menggunakan filter ultraviolet yang mengubah sinar ultraviolet menjadi panas ketika diserap ke dalam kulit. Beberapa filter ultraviolet chemical yang paling umum termasuk oxybenzone, avobenzone, dan octinoxate," ujar dr. Hartman.
Kelebihan menggunakan chemical sunscreen
Formulanya bening
Chemical sunscreen rata-rata berupa formula bening yang tidak menyisakan efek dempul putih pada kulit.
Mudah dan nyaman digunakan
Terdapat lebih banyak inovasi pada chemical sunscreen ketimbang mineral sunscreen. Masing-masing sangat mudah diratakan dan nyaman dipakai. Beberapa chemical sunscreen untuk wajah bahkan menyuguhkan keuntungan tambahan layaknya makeup, contohnya seperti meningkatkan kilau wajah.
Apa yang perlu diwaspadai dari chemical sunscreen
Kurang ampuh menangkal sinar matahari
Chemical sunscreen bekerja dengan cara menyerap radiasi matahari alih-alih menangkalnya secara fisik. Alhasil, beberapa dokter kulit menganggapnya sedikit kurang ampuh.
Ketika mengaplikasikan sunscreen ini, carilah formula dengan faktor pelindung 30 SPF atau lebih. Jangan sampai untuk mengoleskannya ulang setiap beberapa jam.
Berdampak buruk bagi lingkungan
Komponen-komponen yang sering dijumpai dalam formula sunscreen ini, seperti oxybenzone, dinilai tidak ramah terumbu karang di sejumlah negara bagian.
Namun, riset yang jauh lebih banyak sangat dibutuhkan untuk memastikan efek perlindungannya terhadap lautan dan terumbu karang.
Mana sunscreen yang lebih baik?
Sunscreen terbaik adalah yang digunakan, bergantung pada apakah kamu memiliki kulit gelap, kulit rentan berjerawat, atau kulit sensitif.
"Terlepas dari sunscreen yang kamu pilih, hal terpenting adalah kamu harus memakai sunscreen setiap hari," kata dr. Hartman.
Namun, mineral sunscreen lebih dianjurkan untuk kulit yang gampang berjerawat dan sensitif. Cari yang keterangannya bebas minyak atau tidak menyumbat pori-pori pada kemasannya.
"Ada dua hal yang dapat menyebabkan jerawat akibat penggunaan sunscreen, yaitu penyumbatan pori-pori oleh bahan-bahan komedogenik atau reaksi sensitivitas terhadap bahan kimia penghalang sinar UV," kata dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang