Ini Alasan Bahu Jalan Kanan saat One Way Nggak Rekomen buat Nyalip

Saat arus mudik dan balik Hari Raya Idul Fitri, kepolisian menerapkan rekayasa lalu lintas berupa arus searah atau one way. One way diterapkan dari Cikampek sampai Gerbang Tol Kalikangkung.
Namun, masih banyak pengendara yang awam saat melintasi jalur one way. Tak sedikit yang memilih ngebut dan menyalip dari bahu jalan sebelah kanan saat lewat jalur one way. Padahal, ada bahaya yang mengintai.
Praktisi keselamatan berkendara yang juga Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana menyoroti masih banyaknya pengendara yang melintas di bahu jalan, apalagi di jalur one way sebelah kanan.
"Nggak di kiri jalan, nggak di kanan jalan, bahu jalan selalu dijadikan alternatif pemudik kala dibukanya rekayasa one way," kata Sony kepada detikOto, Kamis (19/3/2026).
Sony mengatakan, bahu jalan seharusnya tidak dijadikan alternatif jalur pemudik meski berlaku rekayasa one way.
"Di bahu kiri jalan aja bahaya karena memang bukan peruntukannya untuk nyusul atau ngebut apalagi di kanan jalan," kata Sony.
Menurut Sony, sebaiknya pengemudi bijak menyikapi rekayasa oneway yang dibuat polisi dengan tujuan memperlancar arus lalu lintas sehingga pengemudi lebih sabar berkendara dalam menyelaraskan kecepatan dan jaga jarak.
Sony bilang, bahu jalan tidak dirancang untuk mengemudi dengan kecepatan tinggi. Ada beberapa kondisi yang membuat bahu jalan tidak ideal buat digunakan menyalip.
"Bahu jalan tol punya perbedaan layer dengan jalan utama, berdebu dan terbuat dari campuran gravel sehingga licin, bisa membuat mobil selip. Bahu jalan tol juga memiliki kemiringan permukaan ke sisi luar (sistem drainase) sehingga steer sering tergiring ke arah luar. Bahu jalan tol banyak mobil berhenti ketika rusak, dan itu memang peruntukannya," beber Sony.
"Kebiasaan pengemudi dari tahun ke tahun nggak pernah berubah, nyusul selalu dari bahu jalan, gimana kecelakaan nggak terulang?" katanya.
"Ingat, kejadian kecelakaan fatal di bahu jalan tol sudah sering terjadi, masih mau coba-coba?" pungkasnya.
Rekayasa Lalu Lintas One Way dan Contraflow
Seperti diketahui, kepolisian menerapkan rekayasa lalu lintas skema contraflow dan one way. Berikut detailnya.
Sistem Satu Arah (One Way)
- Arus mudik: 17 Maret - 20 Maret: Selasa pukul 12.00 WIB - Jumat pukul 24.00 WIB (ruas Tol Jakarta - Cikampek Km 70 sampai dengan Semarang - Solo Km 421)
- Arus balik: 23 Maret - 29 Maret: Senin pukul 12.00 WIB - Minggu pukul 24.00 WIB (ruas Tol Semarang - Solo Km 421 sampai dengan Jakarta - Cikampek Km 70).
Contraflow
Untuk Contraflow arus mudik, akan berlaku di ruas tol Jakarta-Cikampek KM 47 (Karawang Barat) sampai dengan KM 70 (Cikampek). Ada dua periode contraflow saat arus mudik.
Periode Pertama: 17 Maret - 20 Maret: Selasa pukul 14.00 WIB sampai Jumat 24.00 WIB
Periode Kedua: 21 Maret - 22 Maret: Sabtu pukul 12.00-20.00 WIB dan Minggu 09.00-18.00 WIB
Sedangkan saat arus balik, ada dua ruas jalan tol yang diterapkan contraflow.
Jakarta-Cikampek KM 70-47: 23 Maret - 29 Maret: Senin pukul 14.00 WIB sampai Minggu 24.00 WIB
Tol Jagorawi KM 21 (Gunung Putri)- KM 8 (Cipayung): 21 Maret - 22 Maret: Sabtu pukul 12.00-20.00 WIB dan Minggu 09.00-18.00 WIB.