Arus Balik Melandai, Sistem One Way Nasional Dihentikan

 Rekayasa lalu lintas berupa one way nasional arus balik resmi dihentikan. Operasi itu sebelumnya dilaksanakan mulai dari KM 414 Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, Semarang, sampai dengan KM 70 GT Cikampek Utama.

Dengan ini maka masyarakat yang ingin berkendara ke arah timur bisa bergerak lebih leluasa karena bisa melintasi tol.

“Sore ini kami juga menambah normalisasi lagi. Tadinya pemberhentian one way dari KM 414 sampai KM 263 sudah dinormalisasi lagi sampai ke KM 70,” ungkap Irjen Pol. Agus Suryonugroho, Korlantas Polri dilansir Antara (25/03).

Ia mengatakan, pemberhentian rekayasa lalu lintas ini lantaran situasi arus lalu lintas telah melandai usai puncak arus balik pada Selasa (24/3).

Sistem One Way dan Contraflow di Trans Jawa

“Pagi tadi kami melakukan analisis dan evaluasi traffic counting yang melintasi GT Banyumanik maupun Kalikangkung cukup landai,” ucapnya.

Meski demikian, dirinya menegaskan bahwa kepolisian tetap memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa contraflow lajur satu pada KM 70 sampai dengan KM 55 Tol Trans Jawa. Hal ini untuk menghindari terjadinya kepadatan.

“Demikian juga yang dari Jawa Barat masih kita berlakukan dan kita buka tol fungsional Japek II Selatan dari Sadang, Deltamas hingga Setu dan nanti bisa masuk di JORR,” imbuhnya.

Sementara itu Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengungkap bahwa puncak kepadatan arus balik sudah terjadi pada Selasa (24/03). Ketika itu ada 256.338 kendaraan yang melintas menuju Ibu Kota.

Jumlah ini diklaim lebih tinggi dibanding puncak arus balik di 2025 yang hanya sebesar 223.163 kendaraan.

Sistem One Way arus balik

Secara kumulatif, hingga Selasa siang tercatat sekitar 2.040.000 kendaraan telah kembali masuk ke Jakarta, dari total 2.521.229 kendaraan yang sebelumnya meninggalkan ibu kota saat arus mudik.

Namun kepolisian memprediksi masih ada potensi puncak arus balik susulan pada 28 dan 29 Maret. Oleh sebab itu pengawasan dan rekayasa lalu lintas akan terus disesuaikan dengan perkembangan di lapangan.