One Way Lokal Mulai Digelar Atasi Kemacetan Arus Balik 2026
Arus balik menuju Jakarta mulai terasa. Bahkan jumlah kendaraan yang melintas di ruas Tol Cikopo–Palimanan (Cipali), Jawa Barat sudah mulai mengalami peningkatan signifikan pada Selasa (24/03) pagi.
Ardam Rafif Trisilo, Sustainability Management & Corporate Communications Dept. Head Astra Tol Cipali mengungkapkan bahwa sudah ada 36.000 kendaraan sejak pukul 00.00 WIB hingga 09.00 WIB.
"Jumlah kendaraan yang melintas menuju arah Jakarta itu lebih tinggi 167 persen dibandingkan periode serupa pada hari sebelumnya,” terang Ardam.
Banyaknya kendaraan yang memanfaatkan rute tersebut membuat pihaknya melakukan rekayasa lalu lintas berupa one way sehingga kapasitas jalan bisa meningkat dibandingkan kondisi normal.

Meski demikian, para pengguna jalan diimbau tidak berganti jalur saat one way berlangsung. Hal ini untuk mengurangi risiko terjadinya kecelakaan.
"Berpindah jalur saat one way sangat berbahaya. Kami juga mengimbau agar tidak berhenti di bahu jalan kecuali dalam kondisi darurat," katanya.
Gelar One Way Nasional
Kepadatan yang mulai terjadi di sejumlah ruas jalan membuat kepolisian mulai mempertimbangkan menggelar one way nasional. Strategi ini rencananya bakal diterapkan pada pukul 14.00 WIB.
Rekayasa lalu lintas ini nantinya bakal dijalankan mulai GT Kalikangkung KM 414 hingga KM 70 Tol Jakarta–Cikampek. Ruas jalan ini dinilai sangat penting untuk memudahkan mobilitas warga menuju Ibu Kota.
Tak hanya itu, sejumlah tol juga akan dibuka secara fungsional untuk memecah kepadatan di sejumlah lokasi. Dengan begitu, masyarakat bisa lebih mudah memilih rute.

Adapun ruas yang dipercaya bakal memberi banyak dampak adalah Tol Japek II Selatan. Fasilitas ini diyakini bisa mengurangi kepadatan di Tol Cipularang menuju Jakarta karena memudahkan masyarakat melanjutkan perjalanan ke daerah penyangga seperti Bogor, BSD, Serpong, hingga Jagorawi.
Tol sepanjang 53 km ini rencananya bakal dibuka dari pagi hingga petang. Tujuannya adalah untuk memastikan keamanan serta keselamatan mengingat jumlah penerangan dan rambu lalu lintas masih terbatas.