Pengguna Spotify Gratisan Kini Bisa Pilih Lagu Sesuai Keinginan, tapi...
Aplikasi musik streaming Spotify membawa kabar gembira untuk jutaan pengguna yang masih memakai layanan gratis.
Mulai sekarang, layanan streaming musik online ini menawarkan fitur baru yang memungkinkan penggunanya lebih fleksibel memutar lagu sesuai pilihannya sendiri.
Hal ini diumumkan Spotify di situs resminya, Senin (15/9/2025).
Untuk diketahui, selama ini pengguna layanan gratis hanya bisa mendengarkan musik di dalam playlist (daftar putar) dengan sistem acak (shuffle) dan jumlah skip yang terbatas.
Aturan ini memang terkesan membatasi, karena membuat orang sulit menikmati daftar putar lagu yang ingin mereka dengar.
Pengumuman ini juga memperkenalkan beberapa fitur baru Spotify lain. Total ada tiga fitur yang diumumkan, yakni Pick & Play, Search & Play, dan Share & Play.
Lewat fitur Pick & Play, pengguna layanan gratis kini bisa langsung memilih (pick) dan memutar (play) lagu apapun yang mereka inginkan, hanya dengan sekali tekan tombol "play".
Kemudian pada fitur Search and Play, pengguna dimungkinkan untuk mencari lagu tertentu yang mereka inginkan dan memutarnya secara langsung.
Lebih lanjut, fitur ketiga yaitu Share & Play, dibuat untuk memberi kemudahan bagi pengguna layanan gratis agar bisa memutar lagu yang dibagikan di media sosial.
Misalnya, ketika ada teman membagikan lagu di Instagram Stories, pengguna gratis bisa langsung mendengarkan lagu tersebut di aplikasi Spotify.
Gratis, tapi tetap ada batasan
Spotify memberikan fitur baru yang memungkinkan pengguna memutar lagu sesuai pilihannya sendiri.
Meski terdengar menarik karena diberikan secara "gratis" alias cuma-cuma, Spotify tetap memberikan sejumlah batasan tertentu.
Perusahaan menyebut, pengguna layanan gratis yang memanfaatkan tiga fitur baru tersebut, akan memiliki jatah waktu tertentu untuk memutar lagu sesuai keinginan (on-demand time).
Apabila jatah harian tersebut sudah habis, maka pengguna akan kembali dibatasi dengan aturan lama, yaitu hanya bisa memutar lagu secara acak dengan jumlah skip terbatas per jam.
Spotify sendiri memang tidak mengungkap secara detail berapa lama batas waktu on-demand yang diberikan.
Namun yang jelas, fleksibilitas tanpa batas ini tidak bisa dinikmati secara penuh seperti pengguna pelanggan premium.
Alasan Spotify hadirkan fitur baru
Keputusan Spotify menghadirkan fitur baru bagi pengguna gratis ternyata tak semata-mata soal memberi keleluasaan memilih lagi. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga keterlibatan (engagement) pengguna di platformnya.
Dengan membuat pengguna gratis lebih sering membuka aplikasi dan mendengarkan musik sesuai keinginan, waktu pemakaian Spotify bertambah lebih banyak.
Semakin lama pengguna bertahan, semakin banyak pula peluang iklan yang bisa diputar di tengah sesi mendengarkan lagu. Nah, strategi ini diharapkan bisa membuka potensi pendapatan perusahaan.
Dihimpun Kompastekno dari media teknologi Tech Crunch, Rabu (17/9/2025), CEO Spotify, Daniel Ek, mengatakan pada para investor bahwa bisnis iklan mereka sedang berjalan sangat lambat.
Pada tahun 2025 ini, perusahaan menargetkan agar bisnis iklan mereka bisa menyumbang setidaknya 20 persen dari total pendapatan keseluruhan. Namun, hingga Juni 2025, kontribusinya baru mencapai 11 persen.
Melalui strategi ini, Spotify berharap basis pengguna gratis yang besar bisa menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan bisnis iklan mereka.
Spotify menegaskan, strategi "penggratisan fitur" ini dijalankan tanpa sedikitpun mengurangi "keistimewaan" yang diberikan ke pengguna layanan Premium. Contohnya seperti fitur dukungan AI Playlists dan Mix.
Sebagai informasi, jumlah pengguna layanan gratis Spotify kini mencapai 433 juta dari total keseluruhan 696 juta pengguna aktif. Angka ini jelas menunjukkan bahwa mayoritas basis pengguna Spotify berasal dari segmen layanan gratis.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.