Microsoft Rilis 7 Model AI Pesaing OpenAI, dari Penalaran hingga Coding

MAI-Thinking-1, Microsoft AI, Microsoft Rilis 7 Model AI Pesaing OpenAI, dari Penalaran hingga Coding

Microsoft memperkenalkan keluarga model kecerdasan buatan (AI) baru bernama Microsoft AI (MAI) dalam ajang Build 2026.

Peluncuran ini menandai langkah Microsoft untuk semakin mengandalkan model AI buatannya sendiri, di tengah persaingan dengan OpenAI, Anthropic, Google, dan perusahaan AI lainnya.

Secara total, Microsoft meluncurkan tujuh model AI baru yang mencakup kemampuan penalaran (reasoning), pemrograman (coding), pembuatan gambar, transkripsi suara, hingga sintesis suara.

Sebagian model tersebut akan diintegrasikan ke berbagai layanan Microsoft seperti Copilot, GitHub Copilot, Visual Studio Code, PowerPoint, dan Azure AI Foundry.

Dari reasoning hingga multimedia

Model unggulan yang diperkenalkan adalah MAI-Thinking-1, model reasoning pertama Microsoft yang dirancang untuk menangani tugas-tugas kompleks seperti analisis, pemecahan masalah, dan pengembangan perangkat lunak.

Menurut Microsoft, model ini memiliki 35 miliar parameter dan jendela konteks (context window) hingga 128.000 token.

"MAI-Thinking-1 dirancang agar unggul dalam menangani instruksi kompleks yang terdiri dari banyak langkah, penalaran dengan konteks panjang, dan pembuatan kode," kata Chief Marketing Officer (CMO) Microsoft Developer, Kyle Daigle dikutip Mashable.

Microsoft menempatkan MAI-Thinking-1 sebagai fondasi baru untuk berbagai fitur AI yang membutuhkan kemampuan berpikir bertahap (reasoning) dan pemecahan masalah yang lebih mendalam dibanding chatbot konvensional.

MAI-Thinking-1, Microsoft AI, Microsoft Rilis 7 Model AI Pesaing OpenAI, dari Penalaran hingga Coding

MAI-Thinking-1.

Selain itu, Microsoft juga memperkenalkan MAI-Code-1-Flash, model AI untuk membantu proses pemrograman yang akan digunakan di GitHub Copilot dan Visual Studio Code.

Microsoft menyebut model ini dirancang agar lebih efisien dalam menjalankan tugas coding dengan biaya komputasi yang lebih rendah.

Di bidang multimedia, Microsoft merilis MAI-Image-2.5 yang dapat digunakan untuk membuat dan mengedit gambar menggunakan perintah teks.

Model ini disebut menempati posisi teratas dalam sejumlah benchmark pembuatan gambar berbasis AI. Microsoft juga menghadirkan versi yang lebih ringan bernama MAI-Image-2.5-Flash untuk kebutuhan yang mengutamakan kecepatan.

Untuk kebutuhan suara, Microsoft meluncurkan MAI-Voice-2 dan MAI-Transcribe-1.5. MAI-Voice-2 mendukung berbagai bahasa dan ekspresi suara yang lebih natural.

Sementara MAI-Transcribe-1.5 ditujukan untuk mengubah suara menjadi teks dengan kecepatan dan akurasi yang lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya.

Kurangi ketergantungan pada OpenAI

Peluncuran keluarga MAI menjadi sinyal bahwa Microsoft ingin memperkuat teknologi AI internalnya sendiri. Selama beberapa tahun terakhir, perusahaan tersebut dikenal sebagai mitra utama OpenAI dan banyak mengandalkan model GPT untuk berbagai layanan Copilot.

Namun kini Microsoft mulai mengembangkan model AI miliknya sendiri untuk berbagai kebutuhan.

Kepala Microsoft AI, Mustafa Suleyman mengatakan bahwa perusahaan sedang membangun fondasi model AI yang dapat digunakan di seluruh ekosistem Microsoft.

Meski demikian, Microsoft tetap mempertahankan hubungan strategis dengan OpenAI. Kedua perusahaan sebelumnya telah menyepakati restrukturisasi kerja sama yang memungkinkan Microsoft tetap mengakses teknologi OpenAI hingga 2032.

Pengumuman keluarga MAI dilakukan bersamaan dengan sejumlah pengumuman AI lainnya di Build 2026, termasuk perangkat pengembangan berbasis Nvidia RTX Spark, sistem operasi Project Solara untuk perangkat AI agent, dan berbagai fitur AI baru untuk Windows serta Microsoft 365.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang