Defisit 8 Poin dari Puncak, Scudetto Tinggal Mimpi Rossoneri?

Massimiliano Allegri, scudetto, Rafael Leao, Christian Pulisic, Defisit 8 Poin dari Puncak, Scudetto Tinggal Mimpi Rossoneri?

AC Milan menelan kekalahan 0-1 dari Lazio pada pertandingan pekan ke-29 Liga Italia di Stadion Olimpico, Senin (16/3/2026) waktu WIB.

Hasil ini menghentikan laju skuad asuhan Massimiliano Allegri dan memunculkan jarak delapan poin dari Inter Milan yang menduduki puncak klasemen.

I Rossoneri membuang peluang untuk merapatkan jarak setelah Inter berbagi angka 1-1 dengan Atalanta satu hari sebelumnya.

alih mengejar, Setan Merah justru mencatatkan defisit delapan angka.

Menyikapi situasi ini, Massimiliano Allegri meminta anak asuhnya untuk melupakan perburuan trofi dan memutar haluan menuju pengamanan tiket kompetisi Eropa.

Allegri Tatap Liga Champions

"Setelah Inter ditahan Atalanta, semua orang bicara soal scudetto," kata Allegri dalam Milannews. 

"Tapi, Anda harus melihat situasinya. Kami perlu tetap fokus pada target Liga Champions. Kalau tidak, kami berisiko merusak apa yang telah kami bangun selama 6 bulan," tutur pelatih tersebut.

Saat ini, Milan memimpin satu angka atas Napoli, enam angka di depan Como, dan memiliki jarak tujuh poin dari Juventus.

Ketiga tim tersebut secara berurutan mengisi posisi ketiga hingga kelima klasemen dan terus mencatatkan kemenangan demi mengejar jatah Liga Champions.

Allegri menegaskan urgensi timnya untuk menatap laga melawan Torino pada pekan selanjutnya demi mempertahankan posisi kedua.

Massimiliano Allegri, scudetto, Rafael Leao, Christian Pulisic, Defisit 8 Poin dari Puncak, Scudetto Tinggal Mimpi Rossoneri?

Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri (kiri), berdebat dengan wasit Antonio Rapuano setelah diusir keluar, menyusul reaksinya selama pertandingan Serie A Liga Italia antara AC Milan vs Bologna di Stadion San Siro di Milan, Italia utara, pada 14 September 2025. (Foto oleh Stefano RELLANDINI / AFP)

Duet Leao dan Pulisic Renggang?

Selain kehilangan poin, pertandingan di ibu kota juga mengekspos friksi antara dua penyerang Milan, Rafael Leao dan Christian Pulisic.

Sejak pergantian kalender, Pulisic menghentikan produksi gol dan assist. Sementara itu, Leao membukukan empat gol dan satu umpan berujung gol dalam 12 penampilan.

Di lapangan, Leao meneriakkan kalimat tak pantas bagi Pulisic setelah rekannya tersebut tidak memberikan bola saat ia berlari menembus pertahanan lawan.

Puncak perselisihan memuncak pada menit ke-68 saat Allegri menarik Leao menuju bangku cadangan.

Leao menunda langkahnya ke pinggir lapangan, memancing kiper Mike Maignan untuk mendorong punggung rekannya tersebut agar bergegas.

Setibanya di pinggir lapangan, winger asal Portugal ini menolak pelukan Allegri, melempar jaket, serta menendang kotak es dan botol air.

Kepada pelatihnya, Leao menyampaikan protes saat meninggalkan arena.

"Dia tidak memberi saya bola, dia tidak memberi saya bola," katanya berulang kali merujuk pada Pulisic.

Merespons insiden tersebut, Allegri mengakui keputusannya kepada awak media.

"Leao keluar... karena dia tidak mau diganti," ucap Allegri kepada Sky Sports.

"Saya membuat keputusan itu karena Pulisic... di sebelah kiri. Tetapi setelah melihat kembali, mungkin saya salah. Mari lupakan pertandingan ini dan fokus pada Torino," tutup sang pelatih.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang