Seluruh Korban Kecelakaan Beruntun di Tol Cipali Dievakuasi ke RS Abdul Radjak Purwakarta
Seluruh korban dalam kecelakaan maut beruntun di ruas Tol Cikopo–Palimanan (Cipali) berhasil dievakuasi ke Rumah Sakit Abdul Radjak Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (18/11/2025). Para korban, baik yang selamat maupun meninggal dunia, langsung mendapat penanganan medis begitu tiba di rumah sakit. Polisi kini masih melakukan pendataan dan identifikasi terhadap seluruh korban.
Kecelakaan terjadi di Kilometer 72.500 arah Jakarta, Purwakarta, dan melibatkan tiga kendaraan, yakni dua bus dan satu minibus Grammax. Akibat tabrakan beruntun ini, lima orang dilaporkan meninggal dunia, tujuh luka berat, dan 14 lainnya mengalami luka ringan.
Kecelakaan Beruntun Libatkan Dua Bus dan Satu Minibus di Tol Cipali, Jawa Barat
Sementara itu, di lokasi kejadian, petugas kepolisian bersama tim derek tol masih mengevakuasi bangkai kendaraan. Satu per satu kendaraan yang terlibat tabrakan diangkat dan dibawa ke Satlantas Polres Purwakarta untuk kepentingan penyelidikan. Bangkai bus Agra Mas telah berhasil dievakuasi, sedangkan bus Sinar Jaya masih berada di parit tol dan menunggu alat berat untuk proses pengangkatan.
Dari hasil pemeriksaan awal di lapangan, insiden bermula ketika situasi lalu lintas di Tol Cipali arah Jakarta sedang padat. Dari arah belakang, bus Agra Mas bernomor polisi B 7554 KGA melaju dan menabrak bagian belakang bus Sinar Jaya dengan nomor polisi B 7895 FBA. Tabrakan tersebut kemudian menyenggol sebuah minibus yang berada di lajur kiri.
Kecelakaan Beruntun Libatkan Dua Bus dan Satu Minibus di Tol Cipali, Jawa Barat
Polisi juga mendatangi rumah sakit untuk memastikan data identitas seluruh korban. Proses identifikasi masih berlangsung untuk memastikan jumlah korban secara akurat.
Kasatlantas Polres Purwakarta, AKP Muyhia Khansa Nurwajiya, mengatakan bahwa pihaknya masih mengumpulkan bukti dan memeriksa keterangan saksi.
“Sementara informasi yang dihimpun dari kepolisian 5 meninggal dunia, 7 luka berat, 14 luka ringan,” ujarnya. (Laporan Agung Prasetio, tvOne Purwakarta)