Qatar Bersikeras Gelar Finalissima 2026 di Tengah Isu Keamanan dan Desakan Relokasi

Qatar, CONMEBOL, Alejandro Dominguez, UEFA, Spanyol, RFEF, Argentina, Qatar Bersikeras Gelar Finalissima 2026 di Tengah Isu Keamanan dan Desakan Relokasi

Tuan rumah Qatar tetap pada pendiriannya untuk menyelenggarakan ajang bergengsi Finalissima 2026 yang mempertemukan kampiun Eropa, Spanyol, melawan jawara Copa America, Argentina.

Meskipun isu keamanan akibat eskalasi konflik dan insiden pengeboman di Doha tengah memanas, negara di Semenanjung Arab tersebut enggan melepaskan haknya kecuali ada instruksi langsung dari pemerintah setempat untuk membatalkannya.

Sikap keras kepala Qatar ini tak terlepas dari kesepakatan bernilai fantastis yang telah dijalin sebelumnya dengan CONMEBOL.

Organisasi sepak bola Amerika Selatan yang dikepalai oleh Alejandro Dominguez tersebut mengambil keputusan berani dengan memindahkan jatah tuan rumah dari benua mereka ke Timur Tengah demi keuntungan finansial yang besar.

Kini, perjanjian tersebut menjadi simpul rumit karena pembatalan sepihak akan memicu rentetan denda dan penalti klausul kontrak yang memberatkan.

Ajang yang sejatinya diselenggarakan secara bergantian oleh UEFA dan konfederasi sepak bola kawasan Amerika Selatan ini dijadwalkan bergulir pada 27 Maret di Stadion Lusail.

Sayangnya, Asosiasi Sepak Bola negara tuan rumah telah menangguhkan seluruh turnamen tanpa batas waktu akibat imbas konflik geopolitik.

Kondisi tersebut membuat Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) mendesak pencarian solusi darurat agar jeda internasional bulan Maret tidak terbuang sia-sia jelang turnamen besar di Amerika Utara.

Pelatih La Furia Roja, Luis de la Fuente, secara tegas menyampaikan pandangannya kepada Radio Publik Spanyol (RNE) mengenai pentingnya segera memindahkan lokasi pertandingan.

"Saya tahu bahwa negosiasi sedang berlangsung. Hal pertama, sebagai masyarakat, adalah menghentikan konflik, tetapi begitu Anda terjerumus di dalamnya dan Anda tidak tahu berapa lama itu akan berlangsung, solusinya adalah, selama Anda tidak dapat bermain di sana, untuk menemukan tempat lain sesegera mungkin," tegas De la Fuente.

London Jadi Kandidat Kuat, Opsi Lain Gugur

Dengan tenggat waktu penentuan yang semakin sempit, London mendadak muncul sebagai kandidat utama untuk menggantikan posisi Doha.

Rencana pemindahan venue ini tentu membutuhkan persetujuan yang sangat kompleks antara berbagai federasi, termasuk badan sepak bola Argentina atau AFA.

Qatar, CONMEBOL, Alejandro Dominguez, UEFA, Spanyol, RFEF, Argentina, Qatar Bersikeras Gelar Finalissima 2026 di Tengah Isu Keamanan dan Desakan Relokasi

Timnas Spanyol yang dikapteni Alvaro Morata merayakan keberhasilan menjuarai Euro 2024 usai mengalahkan Inggris 2-1 pada laga final di Olympiastadion, Berlin, Jerman, 14 Juli 2024. (Photo by JAVIER SORIANO / AFP)

Berbagai opsi alternatif lain sebenarnya telah dieksplorasi, namun menemui jalan buntu. Tawaran bermain di Madrid ditolak oleh kubu Argentina yang menginginkan lokasi netral.

Di sisi lain, tawaran Maroko juga ditepis karena adanya ketegangan yang mendasari terkait pencalonan tuan rumah bersama Piala Dunia 2030 dengan pihak Spanyol.

Sementara itu, opsi memindahkan laga ke Miami tak bisa diwujudkan karena Stadion Hard Rock sudah dipesan penuh untuk ajang tenis.

Dengan sisa waktu kurang dari tiga minggu, otoritas sepak bola terkait dijadwalkan menggelar pertemuan pamungkas pada hari Kamis untuk mengambil keputusan mutlak.

Bila laga terpaksa dipindah, pihak konfederasi harus bergegas memfasilitasi lokasi baru yang belum tentu sejalan dengan kemauan Eropa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang