Selain Cap Go Meh, Bogor Bakal Punya Karnaval Pajajaran
Kota Bogor berpeluang memiliki satu agenda wisata budaya baru selain Cap Go Meh.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengusulkan agar Pemerintah Kota Bogor menghadirkan Karnaval Pajajaran sebagai event tahunan yang menonjolkan sejarah kerajaan Pajajaran di Tanah Sunda.
Usulan itu disampaikan Dedi saat menghadiri puncak perayaan Cap Go Meh (CGM) 2026 di Jalan Surya Kencana, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (3/3/2026) malam.
Perayaan Cap Go Meh ini juga dihadiri Menteri Kebudayaan, Fadli Zon dan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya.
Dalam sambutannya, Dedi Mulyadi meminta Wali Kota Bogor mulai tahun ini menyiapkan satu karnaval baru yang mengangkat identitas sejarah Pajajaran.
“Saya minta mulai tahun ini ada satu karnaval lagi, yaitu Karnaval Pajajaran. Bogor itu pusatnya Kerajaan Pajajaran, ini harus menjadi ikon ke depan,” kata Dedi.
Tunjukkan sejarah kejayaan Pajajaran
Menurut dia, Kota Bogor bukan hanya kota plural dan kota kebudayaan, tetapi juga kota yang memiliki sejarah kejayaan Pajajaran. Karena itu, narasi sejarah tersebut dinilai layak diangkat menjadi daya tarik wisata baru yang memperkaya kalender event tahunan kota hujan.
Orang nomor satu di Jawa Barat ini juga memuji atas terselenggaranya Bogor Street Festival Cap Go Meh bertajuk Harmony in Diversity yang bertepatan dengan Ramadhan.
Menurutnya, Kota Bogor merupakan kota plural, kota kebudayaan, dan kota sejarah kejayaan Pajajaran. Karena itu, festival Cap Go Meh mencerminkan spirit kebersamaan dan keberagaman lewat seni
Mulai tahun ini, saya juga meminta Wali Kota Bogor agar menghadirkan satu karnaval lagi, yaitu Karnaval Pajajaran. Karena Bogor juga adalah pusat Kerajaan Pajajaran. Spirit itu harus terus dihidupkan dan dijadikan ikon Kota Bogor ke depan," sambungnya.
Jika terealisasi, Karnaval Pajajaran berpotensi menjadi magnet wisata berbasis sejarah, melengkapi karakter Cap Go Meh yang kental dengan akulturasi budaya Tionghoa dan Nusantara.
Konsep ini sejalan dengan tren festival budaya di berbagai daerah Jawa Barat yang mengangkat identitas lokal sebagai atraksi wisata.
Cap Go Meh Bogor yang sudah jadi ikon
Saat ini, Cap Go Meh Bogor telah masuk dalam daftar 125 Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 dari Kementerian Pariwisata.
Kehadiran event berskala nasional tersebut setiap tahun terbukti menyedot ribuan pengunjung dan menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, serta pelaku UMKM di sekitar kawasan Surya Kencana.
Atraksi liong memeriahkan perayaan puncak Cap Go Meh Bogor Street Festival (CGM-BSF) 2023 di Jalan Suryakencana, Bogor Tengah, Kota Bogor, Minggu (5/2/2023). Atraksi seni budaya seperti Ogoh-ogoh dari Bali, Kendang Beleq dari Lombok, dan Bouraq dari Cirebon, Ondel-ondel Betawi, Reog Ponorogo, serta belasan pertunjukan dari sanggar kesenian dari Jawa Barat dan sekitarnya memeriahkan acara ini.
Apabila Karnaval Pajajaran benar-benar digelar, Kota Bogor berpeluang memiliki dua event budaya besar dengan karakter berbeda: satu berbasis tradisi Tionghoa-Nusantara, dan satu lagi berbasis sejarah kerajaan Sunda.
Kombinasi ini dinilai dapat memperkuat posisi Bogor sebagai destinasi wisata budaya dan sejarah di Jawa Barat.
Bagi wisatawan yang gemar berburu agenda festival, tambahan event baru tentu menjadi kabar menarik.
Selain menikmati suasana kota hujan dan ragam kulinernya, wisatawan nantinya bisa merencanakan kunjungan ke Bogor dengan lebih banyak pilihan perayaan budaya sepanjang tahun.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang