Honda Super One Diduga Terdaftar di RI, Nilai Jualnya Rp 257 Juta
Mobil listrik terbaru Honda diduga sudah didaftarkan di laman Samsat-PKB DKI Jakarta. Model tersebut tercantum dengan Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) Rp 257 juta.
Perlu diingat, NJKB bukan patokan harga akhir. Sebab angkanya belum termasuk biaya-biaya lain seperti pajak.
Pada laman Samsat-PKB, produk baru yang diyakini mobil listrik baru Honda terdaftar pakai nama JG6 A EV ZZE.
Namun ada peluang mobil itu merupakan kendaraan hybrid. Sebab sebelumnya kode EV pada RS18 LX EV ZZE kemudian diketahui merujuk kepada Step Wgn e:HEV.

JG6 A EV ZZE diyakini merupakan Honda Super One, Electric Vehicle (EV) yang dijuluki Brio listrik di Indonesia.
Honda Super One pakai basis sama seperti mobil listrik mungil Honda N One e: di Jepang. Kei car itu debut seharga Rp 2,7 juta yen atau sekitar Rp 300 jutaan dalam kurs rupiah.
Jadi hal menarik apabila Honda Super One bisa masuk ke Indonesia dengan rentang harga tersebut. Pasalnya, saat ini PT Honda Prospect Motor (HPM) baru memasarkan satu model saja yakni e:N1.
Itupun ditawarkan dengan skema penyewaan. Biaya yang perlu disiapkan oleh penyewa adalah sekitar Rp 22 jutaan per bulan.
Lalu ada minimal periode sewa yakni lima tahun. Sehingga secara total penyewa harus merogoh kocek sekitar Rp 1,32 miliar.
Honda e:N1 sendiri hanya disewakan sebab PT HPM mengungkapkan banyak perusahaan lebih pilih skema itu, bukan hak milik.
Namun jika konsumen berminat ada opsi kepemilikan setelah lima tahun masa sewa habis. Pengguna cukup menghubungi leasing partner dari PT HPM.

Bicara soal Honda Super One, ini diyakini jadi mobil listrik pertama dari PT HPM yang dijual massal dengan harga kompetitif.
Meskipun begitu, Honda Super One bakal menghadapi persaingan ketat dengan berbagai merek mobil listrik lain di dalam negeri.
Banyak mobil listrik Tiongkok saat ini dilego kompetitif. Contohnya, BYD Atto 1 dan Changan Lumin EV seharga Rp 199 juta on the road Jakarta.