Fahmi Bo Rujuk Setelah 5 Tahun Cerai, Mengapa Pasangan Pilih Bersatu Lagi?

Fahmi Bo, Fahmi Bo Rujuk Setelah 5 Tahun Cerai, Mengapa Pasangan Pilih Bersatu Lagi?

Tak semua perceraian adalah akhir permanen dalam sebuah hubungan suami istri. Tidak sedikit pasangan yang justru memutuskan untuk rujuk dan memulai kembali lembaran baru meskipun status hukum mereka telah berakhir.

Salah satunya adalah aktor Fahmi Bo yang rujuk dengan istrinya, Nita, setelah lima tahun bercerai, di tengah pemulihan dari penyakit yang dideritanya.

Fenomena kembalinya ikatan pernikahan ini memicu pertanyaan mengenai apa yang sebenarnya mendasari seseorang untuk memberi kesempatan kedua bagi masa lalu mereka.

Menurut psikolog klinis dewasa Adelia Octavia Siswoyo, M.Psi., Psikolog, keputusan untuk kembali bersatu setelah melalui proses perpisahan yang menyakitkan tentu tidak diambil dalam semalam. Diperlukan kedewasaan emosional untuk melihat kembali kegagalan yang pernah terjadi.

"Ketika perpisahan ternyata memberi ruang pasangan untuk bisa berkembang masing-masing, membenahi kekurangan dan memperbaiki kesalahan, bisa jadi ada pertimbangan untuk kembali bersama," ujar dia saat dihubungi pada Senin (2/3/2026).

Ada proses refleksi mendalam selama masa perpisahan tersebut, yang justru membuat kedua belah pihak melihat hubungan mereka dari kacamata yang berbeda.

Ilustrasi pasangan

Rujuk karena ada perubahan perilaku

Pendiri layanan kesehatan mental Cup of Stories, Fitri Jayanthi, M.Psi., Psikolog, mengamini apa yang dituturkan oleh Adelia.

Menurut Fitri, adanya perubahan perilaku yang nyata dari pasangan ke arah yang lebih positif, menjadi lampu hijau bagi proses rujuk.

Ketika seseorang melihat pasangannya telah membenahi diri, keyakinan untuk membangun kembali fondasi yang sempat runtuh akan muncul kembali.

Merindukan perasaan positif di masa lalu

Salah satu pemicu kuat keinginan untuk rujuk adalah adanya keterikatan emosional yang masih tersisa.

Fitri menjelaskan bahwa manusia cenderung memiliki memori selektif terhadap perasaan-perasaan positif yang pernah mereka rasakan saat masih bersama pasangan.

“Saat menjalin hubungan dengan seseorang, di dalam hubungan tersebut kita memiliki banyak perasaan, seperti perasaan dicintai, diinginkan, diusahakan, didengarkan, dan lain-lain,” tutur dia.

Menariknya, memori indah ini terkadang jauh lebih dominan dibandingkan ingatan terhadap konflik atau perasaan negatif yang sempat memicu perceraian. Kerinduan akan kenyamanan emosional inilah yang sering kali mendorong seseorang untuk "pulang".

"Perasaan rindu terhadap perasaan positif tersebut lebih besar, dibandingkan ingatan mereka terhadap perasaan negatif yang mereka alami dalam hubungan tersebut," sambung Fitri.

Faktor anak hingga perubahan perilaku

Selain faktor perasaan, ada alasan lainnya yang turut mendasari keputusan untuk kembali bersama.

Fitri menuturkan, faktor kesejahteraan anak dan ekonomi menjadi pertimbangan yang sangat nyata bagi klien-klien yang ia tangani. Bagi banyak pasangan, stabilitas keluarga tetap menjadi prioritas utama meski pernah mengalami keretakan.

“Selain perasaan yang mereka rindukan, faktor lain yang sering membuat klien-klien saya ingin rujuk adalah faktor anak, faktor ekonomi, karena sulit untuk membesarkan anak seorang diri,” ungkap dia.

Bagaimana dengan usia pernikahan?

Banyak yang berasumsi bahwa lama atau tidaknya usia pernikahan sebelum cerai akan menentukan kemudahan untuk rujuk. Namun, para ahli melihat hal ini dari sisi yang berbeda.

Fahmi Bo, Fahmi Bo Rujuk Setelah 5 Tahun Cerai, Mengapa Pasangan Pilih Bersatu Lagi?

Ilustrasi menikah. Lirik dan arti lagu ?Tepuk Sakinah? kini viral di TikTok. Lagu ini jadi cara unik KUA mengedukasi calon pengantin tentang makna sakinah, mawaddah, dan rahmah dalam rumah tangga.

Menurut Fitri alasan emosional dan kepraktisan lebih berperan besar.

“Usia pernikahan sendiri sebetulnya cenderung tidak terlalu mempengaruhi keputusan rujuk karena keputusan rujuk banyak didasari oleh faktor-faktor di atas,” ucap Fitri.

Di sisi lain, Adelia mengatakan bahwa usia pernikahan justru menjadi faktor bagi pasangan untuk mempertahankan hubungan dari perceraian, bukan sebagai pertimbangan untuk rujuk setelah cerai.

Namun, ia melihat bahwa pada hubungan dengan usia pernikahan yang sudah cukup lama, pasangan biasanya sudah memiliki pola adaptasi dan kompromi yang lebih terbentuk.

Kemampuan berkompromi yang sudah terasah selama bertahun-tahun itulah yang kemudian memudahkan mereka untuk kembali menyatu.

"Adaptasi serta kompromi yang sudah dilakukan pada hubungan jangka panjang biasanya sudah terbentuk lebih baik dan bisa menjadi faktor untuk rujuk," pungkas Adelia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang