KAI: 1,9 Juta Tiket KA Lebaran 2026 Terjual, Ini 5 Tanggal dengan Kursi Masih Banyak
Penjualan tiket Kereta Api (KA) untuk Angkutan Lebaran 2026 periode keberangkatan 11 Maret hingga 1 April 2026 terus berlangsung.
Hingga Sabtu (28/2/2026) pukul 08.00 WIB, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat 1.910.149 tiket telah terjual dari total 4.498.696 tempat duduk yang disediakan.
Tingkat okupansi sementara mencapai 42,5 persen, sehingga masih tersedia sekitar 2,58 juta kursi bagi masyarakat.
Untuk KA Jarak Jauh, penjualan mencapai 1.873.640 tiket dari kapasitas 3.571.760 tempat duduk atau okupansi 52,5 persen.
Sementara itu, KA Lokal terjual 36.509 tiket dari kapasitas 926.936 tempat duduk atau okupansi 3,9 persen.
Meski sejumlah relasi favorit seperti Jakarta–Yogyakarta, Jakarta–Semarang, dan Jakarta–Surabaya menunjukkan peningkatan pemesanan, terdapat beberapa tanggal dengan tingkat keterisian relatif rendah.
5 tanggal okupansi terendah KA jarak jauh
Berdasarkan data per 28 Februari 2026, berikut lima tanggal dengan tingkat keterisian terendah:
- Selasa, 1 April 2026 (H+10)
- 18.617 tiket terjual dari 161.100 tempat duduk (11,6 persen)
- Senin, 31 Maret 2026 (H+9)
- 29.812 tiket terjual dari 161.100 tempat duduk (18,5 persen)
- Minggu, 30 Maret 2026 (H+8)
- 47.339 tiket terjual dari 163.432 tempat duduk (29 persen)
- Rabu, 11 Maret 2026 (H-10)
- 32.964 tiket terjual dari 159.404 tempat duduk (20,7 persen)
- Kamis, 12 Maret 2026 (H-9)
- 53.457 tiket terjual dari 159.404 tempat duduk (33,5 persen).
Tanggal-tanggal tersebut masih memiliki ketersediaan tempat duduk yang relatif lebih banyak dibandingkan hari lainnya dalam periode Angkutan Lebaran 2026.
Kereta ekonomi kerakyatan
KAI juga menghadirkan Kereta Ekonomi Kerakyatan yang mulai dijual pada 25 Februari 2026 untuk periode keberangkatan 11 Maret hingga 1 April 2026.
Hingga 28 Februari 2026, layanan ini mencatat penjualan 14.449 pelanggan dari total kapasitas 27.368 tempat duduk atau tingkat okupansi 53 persen.
Pada sejumlah tanggal arus balik, tingkat keterisian per hari perjalanan tercatat melampaui 100 persen karena adanya pola naik-turun penumpang pada lintas relasi.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa pola perjalanan Lebaran menunjukkan peningkatan bertahap pada periode pra-Lebaran dan diperkirakan mencapai puncak pada H-3 hingga H-1 serta kembali meningkat pada periode arus balik.
"Kereta Ekonomi Kerakyatan kami hadirkan untuk memberikan pilihan perjalanan yang lebih terjangkau bagi masyarakat. Respons yang cukup baik menunjukkan bahwa layanan ini menjadi alternatif mobilitas yang diminati pada masa Angkutan Lebaran," ujar Anne, dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Sabtu.
KAI terus memantau dinamika penjualan dan memastikan kesiapan operasional agar Angkutan Lebaran 2026 berlangsung aman dan tertib.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang