Panas di Liga Champions! Prestianni Klaim Konflik dengan Vinícius Jr Dipicu Ejekan Tinggi Badan
Insiden panas mewarnai duel Liga Champions antara Real Madrid dan Benfica. Pemain muda Benfica, Gianluca Prestianni, dilaporkan akan membela diri dengan mengklaim bahwa konfliknya dengan Vinícius Júnior dipicu oleh ejekan soal tinggi badan.
UEFA sebelumnya mengonfirmasi bahwa Prestianni dijatuhi sanksi larangan bermain sementara dan dipastikan absen pada leg kedua playoff Liga Champions kontra Real Madrid, Rabu (26/2) dini hari WIB.
Kontroversi ini bermula pada leg pertama yang digelar pekan lalu. Tak lama setelah mencetak gol pembuka, Vinícius Jr terlihat mendatangi wasit François Letexier, yang kemudian memberi isyarat silang tangan sebagai tanda adanya laporan dugaan pelecehan rasial.
Usai pertandingan, Vinícius secara terbuka menuding Prestianni melakukan tindakan rasis. Dalam unggahan di media sosial, winger asal Brasil itu menegaskan bahwa perilaku rasis tidak bisa ditoleransi di sepak bola modern.
Vinícius mengklaim dirinya dipanggil dengan sebutan “mono” atau monyet. Namun, Prestianni membantah tuduhan tersebut. Pemain Benfica itu justru mengakui sempat melontarkan kata “maricon”, yang dikategorikan sebagai ujaran homofobia.
Baik pelecehan rasial maupun bahasa homofobia melanggar Pasal 14 regulasi disiplin UEFA. Jika terbukti bersalah, Prestianni terancam hukuman larangan bermain hingga 10 pertandingan.
Laporan lain menyebutkan, pembelaan Prestianni nantinya akan mengarah pada klaim bahwa Vinícius terlebih dahulu memancing emosi dengan menyebut dirinya “kerdil” atau “cebol”, mengingat tinggi badan sang pemain hanya sekitar 165 sentimeter.
Reaksi keras datang dari kubu Real Madrid. Rekan setim Vinícius, Kylian Mbappé, menilai Prestianni tidak layak tampil di Liga Champions.
“Kami tidak bisa menerima ada pemain di kompetisi tertinggi Eropa yang berperilaku seperti ini. Dia tidak pantas bermain di Liga Champions,” ujar Mbappé.
“Kami adalah contoh bagi anak-anak yang menonton. Apa yang terjadi hari ini tidak bisa diterima karena dunia melihat,” tambahnya.
UEFA saat ini masih melakukan investigasi mendalam terkait insiden tersebut. Nasib Prestianni di pentas Liga Champions pun kini berada di ujung tanduk.