Lagi Ramai Dibahas Pelari, Apa Itu Supershoe?

Ilustrasi lari.
Ilustrasi lari.

 Dalam beberapa tahun terakhir, istilah supershoe semakin sering terdengar di kalangan pelari, baik profesional maupun rekreasional. Sepatu jenis ini kerap dikaitkan dengan catatan waktu fantastis di berbagai ajang maraton dunia. Tapi sebenarnya, apa itu supershoe dan mengapa teknologinya begitu diperbincangkan?

Secara sederhana, supershoe adalah sepatu lari performa tinggi yang dirancang khusus untuk kompetisi, terutama jarak menengah hingga maraton. Ciri utamanya terletak pada kombinasi midsole berbahan super ringan dan responsif serta pelat karbon (carbon plate) yang tertanam di dalamnya. Teknologi ini diklaim mampu meningkatkan efisiensi langkah, membantu dorongan ke depan, dan memaksimalkan pengembalian energi saat kaki menyentuh tanah. Scroll untuk info lengkapnya, yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Fenomena supershoe mulai ramai dibicarakan ketika banyak rekor lari dunia tercipta dalam waktu berdekatan. Sejak itu, berbagai brand global berlomba mengembangkan teknologi bantalan berdaya pantul tinggi yang sering disebut high-rebound foam atau super critical foam, dipadukan dengan pelat karbon yang disesuaikan untuk kebutuhan race day.

Di Indonesia, tren ini juga semakin terasa. Komunitas lari yang kian berkembang membuat pelari semakin detail dalam memilih perlengkapan. Tak sedikit yang memiliki sepatu khusus latihan dan sepatu khusus lomba. Salah satu brand lokal, 910 Nineten, baru-baru ini merilis model yang masuk kategori supershoe dan telah digunakan di sejumlah ajang maraton, termasuk di dalam dan luar negeri.

CEO 910Nineten Indonesia, Irene Anastasia, menjelaskan bahwa pengembangan sepatu performa tinggi memang memerlukan riset panjang.

"Karena supershoe ini telah kami kembangkan secara serius dengan teknologi dan inovasi yang cukup panjang sejak akhir 2024 lalu, melalu riset dan pengembangan produk yang dilakukan dengan revisi, dan perbaikan di material serta improvemet di beberapa bagian untuk lebih mendapatkan peningkatan performa kami," ujar Irene dalam keterangannya, dikutip Kamis 19 Februari 2026.

"Misalnya pada bagian upper sepatu ini, kita telah mengubahnya menggunakan bahan Matryx dengan vendor material dari Perancis dimana material ini hanya dimiliki oleh global brand saja. Hasilnya, sepatu ini pun menjadi lebih ringan, kuat tapi breathable juga dan nyaman untuk speed pengguna," sambungnya. 

Selain material bagian atas (upper) yang ringan dan breathable, komponen penting lain dalam supershoe adalah midsole dengan daya pantul tinggi serta pelat karbon yang membantu transisi langkah lebih efisien. Kombinasi ini yang membuat sepatu terasa “mendorong” pelari saat menjaga pace cepat.

Brand Director 910Nineten, Asep Hadian, menyebut sepatu tipe ini memang difokuskan untuk kebutuhan lomba.

"Sepatu ini pernah mengikuti ajang Borobudur Marathon, BTN Jakim, Maybank Bali Marathon dan terakhir San Antonio Marathon di US pada akhir 2025 lalu. Apa yang spesial dari supershoe ini adalah bukan cuma secara ilustrated dsn tampilanya tang elite tapi sejak prototype dibuat kami menghadirkan sepatu ini kombinasi terbaik antara inovasi dan hasil nyata," bebernya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dengan fitur utama yang diusung, sepatu ini memiliki SKY FOAM sebagai bantalan high-rebound untuk pengembalian energi yang maksimal sepanjang lomba, pelat karbon race-tuned yang membantu dorongan optimal di setiap langkah, dan improveme terbaru penggunaan MATRYX di Upper sepatu yang menghasilkan ultra-ringan, bernapas, dan mendukung struktur kaki dengan baik. Bobotnya pun kini hanya 197g untuk ukuran 43 sengaja dibuat untuk kecepatan tanpa kompromi," tambah Asep Hadian.

Namun, penting dipahami bahwa supershoe bukan “jalan pintas” menuju personal best. Latihan konsisten, strategi nutrisi, dan manajemen pace tetap menjadi faktor utama. Atlet maraton Narman pun mengakui performa tetap bergantung pada kesiapan diri.