Serupa tapi Tak Sama, Ini Bedanya Chia Seed dan Biji Selasih

Serupa tapi Tak Sama, Ini Bedanya Chia Seed dan Biji Selasih

Biji chia (chia seed) dan biji selasih kerap dianggap satu jenis bahan yang sama. Padahal, keduanya berbeda.

Koki sekaligus pebisnis Putri Miranti mengatakan bahwa jenis tanaman chia seed dan biji selasih berbeda.

"Tapi karakternya mirip banget, cuma kalau bisa dilihat tuh, chia seed agak lebih besar. Dua-duanya bagus untuk menambah serat," jelas Chef Putri ketika ditemui Kompas.com di sela acara peluncuran Fanta Fruit Punch di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Dikutip dari situs resmi IPB University, biji selasih diperoleh dari tanaman basil, yakni Ocimum basilicum. Sementara itu, chia seed berasal dari tanaman chia berupa Salvia hispanica.

Kedua tanaman tersebut berasal dari famili yang sama, yakni Lamiaceae. Hanya saja, kedua biji ini memiliki perbedaan asal geografis.

Chia berasal dari Amerika Tengah, khususnya Meksiko dan Guatemala, sedangkan selasih berasal dari Asia, termasuk Indonesia.

Perbedaan cara konsumsi chia seed dan biji selasih

Pada dasarnya, kedua biji-bijian ini dikonsumsi dengan cara yang sama, yakni sama-sama direndam beberapa menit, bahkan berjam-jam sebelum dimakan.

Namun, dikutip dari , Senin (16/2/2026), chia seed dapat dikonsumsi langsung tanpa direndam. Sementara itu, biji selasih tidak bisa demikian.

Biji selasih wajib direndam dalam air terlebih dulu, sebelum digunakan sebagai campuran dalam makanan maupun minuman.

Serupa tapi Tak Sama, Ini Bedanya Chia Seed dan Biji Selasih

Ilustrasi biji selasih untuk makanan atau minuman.

Guru Besar Ilmu dan Teknologi Pangan IPB University, Prof Dede R Adawiyah, menyarankan untuk merendam biji chia maupun biji selasih terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.

Gunakan perbandingan 1:30 untuk jumlah biji-bijian dan air yang digunakan sebagai perendam.

“Misalnya, satu sendok makan biji chia atau selasih direndam dalam segelas air atau 200 mililiter selama satu hingga maksimal dua jam sebelum dikonsumsi,” saran dia.

Biji yang telah terhidrasi dapat diminum langsung atau dicampur madu, air jeruk, atau jus buah, es kuwut, cincau, maupun campuran yoghurt.

Termasuk superfood

Lebih lanjut, Dede menjelaskan bahwa baik biji selasih maupun chia seed dapat dikategorikan sebagai superfood karena tingginya kandungan gizi kedua biji-bijian ini.

“Biji chia memang sudah lama diklaim sebagai superfood. Namun, hasil riset kami membuktikan bahwa biji selasih asli Indonesia juga layak dikategorikan sebagai superfood,” kata Dede.


Dari sisi kandungan gizi, biji selasih memiliki protein sebesar 26,05 persen dan karbohidrat sebesar 42,47 persen.

Kandungan tersebut lebih tinggi dibandingkan biji chia yang mengandung protein sebesar 20,89 persen dan karbohidrat sebesar 36,81 persen.

Serupa tapi Tak Sama, Ini Bedanya Chia Seed dan Biji Selasih

Ilustrasi puding chia seed.

Sebaliknya, biji chia memiliki kadar lemak lebih tinggi mencapai 37,61 persen, sedangkan biji selasih 26,03 persen.

Penelitian menunjukkan biji chia berpotensi sebagai sumber prebiotik, sementara biji selasih kaya serat pangan.

Keduanya juga memiliki aktivitas antioksidan alami yang dapat mendukung sistem kekebalan tubuh.

Dede juga mengungkapkan bahwa minyak dari kedua biji ini didominasi oleh asam lemak tidak jenuh ganda atau Polyunsaturated fatty acid (PUFA) dengan persentase sangat tinggi, yakni 89,21 persen pada biji chia dan 87,14 persen pada biji selasih.

Kandungan tersebut meliputi asam lemak esensial seperti omega-3, omega-6 , dan omega-9.

“Asam lemak esensial tidak dapat diproduksi oleh tubuh sehingga harus diperoleh dari makanan. Inilah mengapa konsumsi biji chia dan selasih sangat bermanfaat,” pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang