Kebingungan Bernardo Tavares Atas Kepemimpinan Wasit Asal Jepang

Persebaya, Bhayangkara FC, Super League, Kebingungan Bernardo Tavares Atas Kepemimpinan Wasit Asal Jepang

Bernardo Tavares menyampaikan kekecewaan atas kepemimpinan wasit saat Persebaya Surabaya menghadapi Bhayangkara FC pada pekan ke-21 Super League 2025-2026.

Pertandingan Persebaya vs Bhayangkara FC berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (14/2).

Dalam laga tersebut, Persebaya kalah 1-2. Duel berjalan ketat dan beberapa kali terhenti karena pemain mendapat perawatan di lapangan. Situasi ini memengaruhi ritme permainan tuan rumah.

Pertandingan dipimpin wasit asal Jepang, Yudao Yamamoto, salah satu pengadil asing yang bertugas di kompetisi musim ini.

Strategi Tavares dan Waktu Tambahan

Tavares mengaku ingin memanfaatkan pemain cadangan, termasuk pemain muda, untuk menambah variasi serangan. Ia menilai kecepatan pemain muda dapat membuka ruang di lini pertahanan lawan.

"Kita perlu menaruh pemain muda, di koridor karena mereka memiliki kecepatan."

"Namun kita tidak memiliki kesempatan karena pertandingan selalu terhenti," kata Bernardo Tavares.

Persebaya, Bhayangkara FC, Super League, Kebingungan Bernardo Tavares Atas Kepemimpinan Wasit Asal Jepang

Pelatih Bernardo Tavares saat menjalani laga debut bersama Persebaya Surabaya melawan Malut United, pekan ke-17 Super League 2025-2026 yang berakhir dengan skor 2-1 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Sabtu (10/1/2026) sore.

Menurutnya, banyaknya jeda membuat rencana sulit berjalan sesuai harapan. Ia juga menyoroti tambahan waktu yang diberikan wasit setelah beberapa penghentian laga.

"Saya kira inilah wasit Indonesia, saya paham, namun ini orang Jepang."

"Kewarganegaraan sama seperti Pak Ogawa, ayolah berbicara kepadanya, berikan beberapa menit," terangnya.

Evaluasi Usai Kekalahan

Meski mempertanyakan beberapa keputusan di lapangan, Tavares tetap menerima hasil akhir. Ia menyebut Bhayangkara FC mampu memanfaatkan peluang dengan baik.

"Saya tidak mengatakan kita kalah karena wasit."

"Kita kalah karena tim lawan mencetak dua gol, sedangkan kita hanya satu gol."

"Inilah catatan pertandingan," ujarnya.

Hasil ini mengakhiri catatan 13 laga tanpa kekalahan Persebaya di Super League 2025-2026. Tim kini melakukan evaluasi untuk menghadapi pertandingan berikutnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang