Olivier Giroud Cetak Rekor di Laga Liga Europa Bersama Calvin Verdonk
Striker gaek Olivier Giroud kembali menorehkan sejarah dalam karier panjangnya.
Striker Lille itu memastikan kemenangan 2-1 timnya atas Brann pada laga Liga Europa, Kamis (25/9/2025), sekaligus menjadi pencetak gol asal Perancis tertua di kompetisi Eropa.
Gol penentu Giroud lahir pada menit ke-80 laga yang juga melibatkan bek Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, tersebut.
Giroud, yang baru masuk pada menit ke-67 menggantikan Hamza Igamane, menanduk umpan silang Tiago Santos dengan loncatan raksasa yang membuat bek-bek lawan tak berkutik.
Momen itu memberi Lille tiga poin penting dan mempertegas reputasi Giroud sebagai penyerang dengan naluri gol tinggi.
Igamane sebelumnya membawa Lille unggul, sebelum Brann menyamakan kedudukan.
Namun, kehadiran Giroud mengubah jalannya pertandingan dan menghadirkan kemenangan untuk tim asal Prancis tersebut.
Rekor 60 Tahun Terhapus
Dengan gol itu, Giroud resmi mencatatkan diri sebagai pencetak gol tertua asal Prancis di kompetisi Eropa pada usia 38 tahun 360 hari.
Rekor sebelumnya bertahan selama enam dekade, milik René Hauss yang mencetak gol untuk Strasbourg kontra AC Milan di ajang Inter-Cities Fairs Cup pada 27 Oktober 1965 saat berusia 37 tahun 306 hari.
Tak hanya itu, Giroud kini juga menjadi pemain tertua kedua yang tampil di kompetisi Eropa.
Rekor tertua masih dipegang kiper Bruno Ferrero yang bermain untuk CS Fola Esch (Luksemburg) di Piala Winners 1973 pada usia 39 tahun 302 hari.
Giroud, yang akan berulang tahun ke-39 pada 30 September, berpeluang melampaui catatan tersebut jika tetap tampil bersama Lille di kompetisi Eropa musim depan.
Kontrak sang penyerang bersama klub berlaku hingga 2026.
Giroud: "Umur Panjang Saya di Lapangan Berlanjut"
Usai pertandingan, top skor sepanjang masa tim nasional Prancis dengan 57 gol itu mengaku bangga kembali mengukir sejarah.
“Bagus rasanya, itu berarti umur panjang saya di lapangan terus berlanjut. Saya akan berusaha berkontribusi lebih banyak untuk tim, dan malam ini usaha itu terbayar,” ujar juara Piala Dunia 2018 tersebut.
Giroud juga sempat menyesalkan peluang emas yang gagal ia konversi pada menit ke-89 setelah menerima umpan Felix Correia. Tembakannya ditepis bek Brann, Denzel De Roeve.
“Seharusnya bisa jadi gol kedua, tapi yang terpenting adalah tiga poin karena sangat penting untuk kepercayaan diri tim,” ucapnya.
Dalam wawancara dengan Canal+, Giroud menyinggung aksinya saat melompat tinggi mencetak gol.
“Dalam situasi seperti itu, sulit untuk bek yang mundur sementara saya datang dengan momentum. Banyak yang memuji Ronaldo soal lompatan, tapi ada hal-hal yang tidak berubah meski usia bertambah. Itu soal timing, ditambah umpan bagus dari Tiago,” kata mantan penyerang Arsenal dan Chelsea tersebut.
Verdonk Bermain Cemerlang
Di lain sisi, Calvin Verdonk menjadi starter pada laga tersebut setelah cedera yang menimpa bek kiri Lille satu lagi, Romain Perraud, yang tampak menjadi pilihan utama musim ini.
Verdonk bermain solid dengan terlibat ke beberapa pergerakan menyerang timnya.
Ia mendapat lisensi untuk mendukung serangan dan dirinya terlibat dalam memberikan pra assist untuk gol pertama Lille.
Sang bek kidal akhirnya mendapat nilai rating 7.8 dari situs Fotmob seusai laga, tertinggi kedua setelah bek tengah Chancel Mbemba (8,6).
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.