Polemik Hadiah Honda Brio Banyumas: Bos EO Menyesal, Tanggung Beban Ratusan Juta

Honda Brio, jalan sehat, Polemik Hadiah Honda Brio Banyumas: Bos EO Menyesal, Tanggung Beban Ratusan Juta

Direktur Boss Event Organizer (EO), Najmudin, menyampaikan penyesalannya setelah nama perusahaannya digunakan pihak lain untuk menyelenggarakan kegiatan jalan sehat dalam rangka HUT ke-80 RI di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada 24 Agustus 2025.

Kegiatan tersebut menjadi perhatian publik setelah pemenang undian, Yulia Nurul, mengaku belum menerima hadiah utama berupa Honda Brio meskipun telah dinyatakan sebagai pemenang.

Najmudin menjelaskan, polemik tersebut berdampak serius terhadap kondisi usahanya. 

Ia mengaku harus menanggung beban hingga ratusan juta Rupiah akibat belum terealisasinya penyerahan hadiah mobil.

Menurutnya, situasi itu membuat kondisi bisnisnya terguncang. Ia juga menegaskan tidak memperoleh keuntungan dari penyelenggaraan kegiatan dimaksud.

"Kenapa kalau dapat untung dibagi-bagi, kalau rugi cuma saya yang nanggung?" kata Najmudin, dikutip dari Tribunbanyumas, Rabu (11/2/2026).

"Sudah tidak dapat fee, harus nanggung beban ratusan juta di saat tidak berdaya," keluh Najmudin .

Ia mengakui persoalan tersebut terjadi karena dirinya terlalu percaya kepada pihak pelaksana yang meminjam nama perusahaannya untuk menggelar acara.

Najmudin menyatakan bahwa sebagai pemilik perusahaan, tanggung jawab moral tetap berada pada dirinya, meskipun secara teknis ia tidak terlibat langsung dalam pelaksanaan kegiatan.

"Bodohnya saya terlalu percaya," imbuhnya.

"Awalnya, sebetulnya, saya tidak minat membuat acara tersebut karena lagi konsentrasi usaha lain," sambung Najmudin.

Ia pun mengaku tidak mengetahui secara rinci teknis kerja sama antara panitia dan pihak dealer terkait pengadaan mobil sebagai hadiah utama.

Pelunasan Hadiah Honda Brio

Setelah tertunda selama enam bulan, Najmudin akhirnya melunasi kekurangan pembayaran Honda Brio yang menjadi hadiah utama kegiatan jalan sehat tersebut. 

Meski demikian, pemenang belum dapat membawa pulang kendaraan karena masih menunggu proses administrasi.

"Tadi saya difasilitasi dipertemukan dengan pemenang, hari ini juga saya selesaikan. Jadi pelunasannya total Rp 65 juta, yang sudah masuk Rp 95 juta," ujar Najmudin dikutip dari , Jumat (13/2/2026).

"Belum (serah terima kunci) karena (nunggu) faktur sekitar dua minggu. Tapi intinya secara administrasi sudah beres, bahkan disaksikan kuasa hukum pemenang," sambungnya.

Ia menjelaskan bahwa pelunasan tersebut mencakup sisa pembayaran kepada dealer beserta kewajiban tambahan. Sebelumnya, uang muka sebesar Rp 95 juta telah dibayarkan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Banyumas sekaligus Ketua Panitia HUT ke-80 RI, Agus Nur Hadie, turut membenarkan bahwa pembayaran kendaraan telah diselesaikan.

"Sudah diselesaikan antara EO dengan pemenang. Tadi pihak EO sudah melunasi ke diler bersama pemenang," katanya.

"Itu bukan uang pribadi, tapi uang EO. Jadi semalam pihak EO akan menyerahkan uang itu, tapi pemenang tidak bisa datang karena sudah malam, sehingga saya yang transfer, uang dari EO diberikan ke saya," tambahnya.

Duduk Perkara Warga Banyumas Tak Terima Hadiah Honda Brio

Sebelumnya, Muskinul Fuad, suami Yulia Nurul, menyampaikan bahwa hadiah mobil belum kunjung diterima meskipun sudah dinyatakan sebagai pemenang.

"Dari pihak EO kan menghubungi saya itu sekitar awal September. Mereka bilang hadiahnya akan diserahkan di tanggal sekian, tapi setelah tiba tanggal tersebut, kenapa belum bisa dilakukan pengambilan," ungkap Fuad dilansir dari , Selasa (10/2/2026).

Fuad menjelaskan, dalam kegiatan tersebut ia membeli 100 kupon undian dengan harga Rp 2.500 per lembar. 

Setelah dinyatakan menang, seluruh persyaratan administrasi, termasuk penyerahan KTP, telah dipenuhi.

Menurut Fuad, kendala utama terletak pada belum lunasnya pembayaran mobil kepada pihak dealer.

"Permasalahannya ini dari pihak panitia yang belum melunasi ke dealer. Informasi yang saya dapatkan, panitia baru membayar Rp 95 juta, sementara kekurangan pembayaran sekitar Rp 64 juta," ujar Fuad.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang