Kronologi Pemenang Jalan Sehat Tak Terima Honda Brio, EO Bukan Untung Malah "Nombok"

Banyumas, jalan sehat, Kronologi Pemenang Jalan Sehat Tak Terima Honda Brio, EO Bukan Untung Malah

Kasus hadiah mobil dalam kegiatan jalan sehat peringatan HUT ke-80 RI di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, akhirnya menemui titik terang setelah sempat tertunda selama berbulan-bulan.

Sebelumnya, Yulia Nurul, warga Banyumas, menjadi sorotan publik karena mengaku belum menerima hadiah utama berupa Honda Brio yang dimenangkannya dalam kegiatan tersebut. 

Acara jalan sehat itu diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas bekerja sama dengan sebuah event organizer (EO).

Hadiah mobil tersebut merupakan hadiah utama undian. Namun hingga enam bulan setelah acara digelar, kendaraan yang dijanjikan belum juga diterima oleh Yulia, meski pihak EO sempat menyampaikan komitmen penyerahan.

"Dari pihak EO kan menghubungi saya itu sekitar awal September," ujar suami Yulia, Muskinul Fuad, dikutip dari , Selasa (10/2/2026).

"Mereka bilang hadiahnya akan diserahkan di tanggal sekian, tapi setelah tiba tanggal tersebut, kenapa belum bisa dilakukan pengambilan," tambahnya.

Kronologi Fuad dan Yulia Tak Terima Hadiah Honda Brio

Fuad menjelaskan, ia dan Yulia mengikuti kegiatan jalan sehat pada 24 Agustus 2025. 

Untuk mengikuti undian, keduanya membeli 100 kupon dengan harga Rp 2.500 per lembar.

Dalam pengundian, pasangan tersebut diumumkan sebagai pemenang hadiah utama Honda Brio. 

Setelah itu, mereka melengkapi berbagai persyaratan administrasi yang diminta panitia, termasuk menyerahkan salinan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Meski seluruh persyaratan telah dipenuhi, hingga Februari 2026 mobil belum juga diserahkan. Artinya, proses realisasi hadiah tertunda selama kurang lebih enam bulan.

Menurut Fuad, keterlambatan terjadi karena pembayaran kendaraan kepada pihak dealer belum dilunasi sepenuhnya oleh panitia.

"Permasalahannya ini dari pihak panitia yang belum melunasi ke dealer. Informasi yang saya dapatkan, panitia baru membayar Rp 95 juta, sementara kekurangan pembayaran sekitar Rp 64 juta," ungkapnya.

Penjelasan Event Organizer Jalan Sehat

Di sisi lain, Direktur Boss Event Organizer, Najmudin, menyampaikan bahwa polemik tersebut berdampak besar terhadap kondisi usahanya. Ia mengaku harus menanggung beban kerugian hingga ratusan juta rupiah.

"Kenapa kalau dapat untung dibagi-bagi, kalau rugi cuma saya yang nanggung?" ujarnya dikutip dari Tribunnews, Rabu (11/2/2026).

"Sudah tidak dapat fee, harus nanggung beban ratusan juta di saat tidak berdaya," keluhnya.

Meski demikian, ia menegaskan tetap bertanggung jawab agar pemenang memperoleh haknya. 

Najmudin menyebut persoalan muncul karena dirinya terlalu percaya kepada pihak pelaksana yang meminjam nama perusahaannya untuk penyelenggaraan acara.

"Bodohnya saya terlalu percaya," kata Najmudin.

"Awalnya, sebetulnya, saya tidak minat membuat acara tersebut karena lagi konsentrasi usaha lain," ujarnya.

Ia juga menegaskan tidak ada dana penyelenggaraan yang masuk ke rekening perusahaan maupun rekening pribadinya. 

Menurutnya, pihak lain menggunakan nama perusahaannya untuk menggelar kegiatan tersebut.

Hadiah Akhirnya Dilunasi

Setelah tertunda selama setengah tahun, pembayaran mobil akhirnya diselesaikan. 

Sekretaris Daerah Banyumas sekaligus Ketua Panitia HUT ke-80 RI, Agus Nur Hadie, menyatakan bahwa pihak EO telah melunasi pembayaran kendaraan kepada dealer.

"Sudah diselesaikan antara EO dengan pemenang. Tadi pihak EO sudah melunasi ke diler bersama pemenang," kata Agus dikutip dari , Jumat (13/2/2026).

Agus juga menjelaskan terkait pemberian kompensasi uang sebesar Rp 10 juta kepada pemenang undian umrah. 

Ia menegaskan dana tersebut berasal dari pihak EO, bukan dari dana pribadi.

"Itu bukan uang pribadi, tapi uang EO. Jadi semalam pihak EO akan menyerahkan uang itu, tapi pemenang tidak bisa datang karena sudah malam, sehingga saya yang transfer, uang dari EO diberikan ke saya," jelas Agus.

Meski pembayaran kendaraan telah dilunasi, Yulia dan Fuad masih harus menyelesaikan proses administrasi sebelum membawa pulang mobil Honda Brio yang menjadi hak mereka.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang