Penjelasan KNKT Kenapa Truk Sering Mundur saat Tak Kuat Nanjak
Truk sering dijumpai mundur saat tidak kuat menanjak. Hal ini kerap memicu terjadinya kecelakaan dan merugikan banyak pihak. Terkadang, roda truk harus diganjal dengan balok kayu agar truk tak mundur.
Sebenarnya, truk punya sistem rem yang bisa saja membuat roda mengerem. Logikanya, truk bisa berhenti di tanjakan meski roda tidak diganjal, tapi faktanya di lapangan tidak demikian.
Ketua Subkomite Lalu Lintas Angkutan Jalan KNKT, Ahmad Wildan menjelaskan apa penyebab truk mundur saat tak kuat menanjak dan cara mengantisipasinya.
“Pada saat menanjak, kegagalan terjadi karena kesalahan penggunaan transmisi, sehingga torsinya tidak tercapai, pada akhirnya "kehabisan napas" di tengah tanjakan, lebih parah disusul dengan kesalahan berikutnya,” ucap Wildan kepada KOMPAS.com, Kamis (12/2/2026).
Tenaga mesin yang tidak mampu melawan gaya gravitasi, terutama ketika membawa muatan berat, akan membuat kendaraan berhenti lalu perlahan bergerak mundur.
Jika pengemudi menggunakan gigi terlalu tinggi, torsi yang diteruskan ke roda menjadi kecil, sehingga truk kehilangan tenaga untuk menanjak.
Kecelakaan antara truk pengangkut kayu dan mobil di di tanjakan Kaliurang, Dlingo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (8/1/2026)
Putaran mesin (Rpm) untuk nanjak dan turun berada di antara 1.500 sampai dengan 2.000 Rpm, atau zona putih pada tachometer. Zona tersebut memungkinkan truk mampu mencapai torsi optimal.
“Jika kurang dari itu, maka kemampuan menanjak atau menahan kendaraan bakal menurun, semakin diinjak pedal gas akan semakin habis tenaganya, itulah pentingnya memilih gigi yang pas sejak awal,” ucap Wildan.
Teknik memainkan kopling dan pedal gas juga sangat berpengaruh. Kopling yang dilepas terlalu cepat atau gas kurang dalam, dapat membuat mesin mati mendadak di tanjakan.
Truk menabrak mobil Toyota Fortuner karena muatan overload dan tidak kuat menanjak di Jalan Raya Muchtar, Sawangan, Kota Depok, Kamis (15/1/2026).
Beban muatan berlebihan memperparah kondisi ini. Semakin berat muatan, semakin besar tenaga yang dibutuhkan untuk mempertahankan laju untuk menanjak.
Kondisi mesin dan sistem pemindah tenaga turut menentukan. Mesin lemah atau kopling aus, dapat menyebabkan tenaga tidak tersalurkan secara optimal ke roda penggerak.
Saat truk kehabisan napas, pengemudi seringkali berusaha memindahkan gigi ke posisi lebih rendah, namun gagal sehingga malah masuk ke posisi netral. Itu sebabnya, banyak dijumpai truk mundur dan pengendaliannya hanya bertumpu pada rem.
“Jika ada kebocoran pada sistem pneumatic-nya, maka bisa terjadi rem blong dan truk mundur tak terkendali,” ucap Wildan.
Untuk mencegah mundur, pengemudi bisa mengambil ancang-ancang dan menggunakan gigi rendah sejak awal tanjakan, agar torsi tetap besar dan mesin tak kehabisan napas. Selain itu, penting untuk memeriksa performa rem truk secara rutin.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang