Drama Hadiah Jalan Sehat di Banyumas: Cerita Nurul Menang Honda Brio yang Tak Kunjung Datang

Banyumas, Honda Brio, Drama Hadiah Jalan Sehat di Banyumas: Cerita Nurul Menang Honda Brio yang Tak Kunjung Datang

Polemik hadiah utama mobil Honda Brio dalam acara jalan sehat HUT ke-80 RI di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah belum menemukan titik terang.

Pemenang undian, Yulia Nurul, hingga kini belum menerima hadiah yang dijanjikan panitia, meski hampir enam bulan telah berlalu sejak acara digelar.

Kegiatan jalan sehat tersebut berlangsung di Menara Teratai Purwokerto pada 24 Agustus 2025 dan diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Banyumas bekerja sama dengan sebuah event organizer (EO).

Dalam kegiatan tersebut, Yulia Nurul, warga Kabupaten Cilacap yang berdomisili di Desa Sudagaran, Banyumas, diumumkan sebagai penerima hadiah utama berupa mobil Honda Brio.

Suami Yulia, Muskinul Fuad, mengatakan hingga kini belum ada kepastian mengenai penyerahan hadiah tersebut.

"Dari pihak EO kan menghubungi saya itu sekitar awal September. Nanti hadiah akan diseragkan di tanggal sekian, tapi setelah tiba tanggal tersebut, kenapa belum bisa dilakukan pengambilan," ungkap Fuad dikutip, Selasa (10/2/2026).

Membeli 100 lembar tiket

Banyumas, Honda Brio, Drama Hadiah Jalan Sehat di Banyumas: Cerita Nurul Menang Honda Brio yang Tak Kunjung Datang

Pemenang undian Yulia Nurul (kedua dari kanan) dan suami, Muskinul Fuad (ketiga dari kanan) berfoto di depan hadiah utama Honda Brio acara jalan sehat dalam rangka HUT ke-80 RI yang digelar Pemkab Banyumas bersama sebuah event organizer (EO) di Menara Teratai Purwokerto, pada 24 Agustus 2025 lalu.

Fuad menjelaskan, dalam acara tersebut dirinya membeli 100 lembar tiket undian dengan harga Rp 2.500 per lembar.

Setelah diumumkan sebagai pemenang, ia juga telah memenuhi seluruh persyaratan administrasi yang diminta panitia, termasuk menyerahkan KTP untuk pendataan.

Menurut Fuad, persoalan keterlambatan penyerahan hadiah diduga berkaitan dengan pembayaran mobil yang belum dilunasi panitia kepada pihak dealer.

"Permasalahannya ini dari pihak panitia belum melunasi ke dealer. Informasi yang saya dapatkan, panitia baru membayar Rp 95 juta, sementara kekurangan pembayaran sekitar Rp 64 juta," katanya lagi.

Ia mengaku masih berupaya berkomunikasi dengan panitia agar persoalan tersebut segera diselesaikan.

"Sampai saat ini saya masih berhubungan dengan pihak panitia. Pihak panitia itu alasan terus, kayak masih mencari untuk menutup kekurangan tersebut," kata Fuad.

Meski demikian, Fuad berharap persoalan ini dapat segera berakhir tanpa perlu langkah hukum.

"Mudah-musahan segera selesai, (apabila tidak segera diselesaikan) mungkin saya mau melakukan upaya hukum dengan mengajukan gugatan," kata dia.

"Saya masih berupaya, masih komunikasi (dengan pihak panitia)," imbuhnya.

Penjelasan Sekda Banyumas

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Banyumas sekaligus Ketua Panitia HUT ke-80 RI, Agus Nur Hadie, menegaskan bahwa tanggung jawab pemberian hadiah berada di pihak EO.

"Kami mendorong agar pihak EO bertanggungjawab. Dalam perjanjian dengan pemda, pihak EO berkotmen mencukupi bla bla bla, jadi tanggungjawab sekarang ada di EO," kata dia.

Ia menambahkan, persoalan muncul setelah uang hasil penjualan tiket disebut dibawa kabur oleh salah satu karyawan EO.

"Informasinya pada saat akan digunakan untuk membayar mobil, uangnya dibawa oleh salah satu pegawainya. Ini lagi dicari orangnya, EO-nya tetap bretanggungjawab," ungkap dia.

Pemkab Banyumas mengaku telah mempertemukan pihak pemenang dengan EO untuk mencari solusi penyelesaian.

"Sudah ada pertemuan antara pemenang dengan EO," kata Agus.

Hingga kini, Yulia Nurul dan keluarga masih menunggu kepastian penyerahan hadiah yang menjadi haknya, sambil terus berkomunikasi dengan pihak panitia dan mempertimbangkan langkah hukum jika persoalan tersebut tidak segera diselesaikan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang