Airlangga Hartarto Kembali Terpilih Jadi Ketum PB WI, Siapkan Regenerasi dan Roadmap Menuju Olimpiade

PB WI, wushu, Wushu Indonesia, Airlangga Hartarto Kembali Terpilih Jadi Ketum PB WI, Siapkan Regenerasi dan Roadmap Menuju Olimpiade

Airlangga Hartarto terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) periode 2026-2030.

Pria yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu kembali terpilih sebagai Ketum PB WI untuk ketiga kalinya.

Ini menjadi periode ketiga bagi Airlangga menjadi orang nomor satu di organisasi wushu nasional. Dia telah menduduki jabatan tersebut sejak 2018 silam.

Kepastian terpilihnya Airlangga diketahui dari Musyawarah Nasional (Munas) Wushu Indonesia VIII 2026 yang digelar di Hotel Aloft, Jakarta Barat, Selasa (10/2/2026).

Pria 63 tahun itu terpilih secara aklamasi dalam Munas yang diikuti sebanyak 33 Pengurus Daerah (Pengda) Wushu Indonesia itu.

“Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan kembali yang diberikan kepada saya untuk mengemban amanah sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia masa bakti 2026-2030," ujar Airlangga dalam sambutannya setelah terpilih.

"Amanah ini merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar yang hanya dapat saya jalankan dengan dukungan bersama. Jadi kolektif, kolegial, dengan seluruh pengda-pengda, karena sumber atlet kita semuanya dari pengda. Pusat tidak menghasilkan atlet, tetapi yang menghasilkan adalah pengda-pengda,” ungkap dia.

Selama dua periode kepemimpinan sebelumnya, Airlangga turut berperan dalam sejumlah pencapaian di level internasional, baik di single event maupun multievent.

Terbaru, Tim Wushu Indonesia berhasil menjadi juara umum di SEA Games 2025 Thailand dengan torehan 5 emas, 3 perak, dan 1 perunggu.

“Keberhasilan tersebut adalah hasil kerja keras para atlet, pelatih, pengurus, seluruh pemangku kepentingan yang memiliki komitmen kuat untuk membangun wushu dan tidak lepas dari dukungan pemerintah," kata Airlangga.

"Karena pemerintah, Pak Presiden Prabowo memberikan hadiah yang luar biasa. Satu medali emas, satu miliar rupiah. Luar biasa,” tuturnya. 

Airlangga tak menampik bahwa ke depan, tantangan yang dihadapi akan semakin kompleks.

Oleh karena itu, sistem pembinaan prestasi perlu terus dilanjutkan  dengan kualitas sumber daya manusia, memperluas pembinaan atlet usia dini, serta memperkuat tata kelola organisasi yang profesional, transparan dan akuntabel.

“Selain itu juga kita memperluas pengembangan wushu sebagai olahraga prestasi sekaligus olahraga budaya yang dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas," kata Airlangga.

"Saya berharap hasil-hasil keputusan Munas menjadi landasan yang strategis untuk menyusun program kerja organisasi ke depan dan seluruh keputusan yang telah disepakati hendaknya dapat dilaksanakan secara konsisten oleh PB dan juga oleh seluruh Pengda dengan penuh tanggung jawab untuk kemajuan Wushu Indonesia,” tegasnya.  

Lebih lanjut, Airlangga mengungkapkan alasan dirinya masih mau memimpin PB WI untuk periode ketiga.

“Karena ini amanat dari Munas, ya kita siap terus demi Indonesia Raya, baik di single event maupun multievent,” ucap dia.

Ia menambahkan, pada awal kepemimpinannya, atlet PB WI mayoritas berasal dari Medan. Namun setelah diberikan kesempatan yang sama, kini banyak atlet berbakat bermunculan dari berbagai daerah di Indonesia. 

“Hal itu yang membuat saya terus maju, karena anak-anak muda di daerah itu rajin dan penuh semangat,” katanya.

Persiapan Asian Games 2026 dan Olimpiade 2032

Sebagai Ketum terpilih, Airlangga berjanji akan mempersiapkan dengan matang roadmap peningkatan prestasi wushu Indonesia.

Apalagi, kabarnya wushu akan dipertandingkan pada Olimpiade Brisbane 2032.

Dia menyampaikan bahwa fokus utama ke depan adalah pembinaan dan pelatihan atlet-atlet muda dan junior. 

Hal ini menjadi penting mengingat Indonesia baru saja kehilangan sejumlah atlet terbaik yang memasuki masa pensiun, salah satunya Edgar Xavier Marvelo.

“Artinya kita harus melakukan pembinaan dan pelatihan kepada atlet-atlet muda dan junior. Atlet senior harus selalu dilapis oleh atlet junior. Karena itu, kami di PB WI tidak khawatir,” ucap Airlangga.

Ucapan Airlangga bukan sekadar bualan. Seperti pada SEA Games 2025 lalu, telah muncul sejumlah nama baru yang siap menggantikan para seniornya, seperti yang telah ditunjukkan oleh Patricia Geraldine dan Terrence Tjahyadi sebagai debutan yang berhasil membawa pulang medali emas.

Terkait persiapan menghadapi Asian Games 2026, Airlangga memastikan PB WI telah menyusun strategi melalui plug list atlet. 

Ia berharap prestasi Indonesia di ajang tersebut dapat terus dipertahankan.

“Asian Games akan kita persiapkan dengan matang. Mudah-mudahan prestasi bisa kita pertahankan,” tambahnya.

Sejauh ini, Indonesia baru mengoleksi 3 emas, 6 perak, dan 8 perunggu di Asian Games.

Terakhir kali wakil Indonesia sukses mendulang emas di Asian Games 2022 diraih oleh Harris Horatius.

Adapun target besar yang ingin diwujudkan pada periode ini adalah mempersiapkan atlet menuju Olimpiade 2032. 

Apalagi saat ini cabang olahraga tersebut sudah mulai dipertandingkan di ajang Youth Olympics 2026.

“Itu menjadi salah satu pertanda bahwa kita sedang menuju tahap berikutnya,” tutur Airlangga.

Deretan Prestasi

Sejak Airlangga Hartarto memimpin PB WI pada periode pertama 2018-2022, Timnas Wushu Indonesia sukses meraih 1 medali emas, 1 perak, dan 3 perunggu di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.

Kesuksesan ini dilanjutkan pada periode kedua 2022-2026 dimana Indonesia kembali menyumbangkan 1 medali emas dan 1 perak pada Asian Games 2022 Hangzhou. 

Prestasi berlanjut pada SEA Games 2023 Kamboja dengan raihan 6 emas, 6 perak, dan 2 perunggu sekaligus memastikan Indonesia keluar sebagai juara umum. 

Pencapaian serupa kembali diulangi tatkala Timnas Indonesia mempertahankan gelar juara umum dengan mengoleksi 5 emas, 3 perak, dan 1 perunggu pada SEA Games 2025 Thailand.

Tidak hanya itu saja, cabang olahraga wushu juga mencatat sejarah dengan menyumbangkan 4 medali emas dan 3 perak pada kejuaraan The FISU World University Games 2021 Chengdu yang dihelat tahun 2023.

Ini merupakan perolehan medali emas pertama bagi Kontingen Indonesia sejak ikut pada pesta olahraga antarmahasiswa sedunia tersebut. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang